Guru Madin Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang Terima Bantuan

Foto: Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Fauzan bersama DPC FKDT Kabupaten Malang membagikan bantuan kepada guru madin di Pondok Pesantren Darun Najah, Bululawang, Kabupaten Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Fauzan bersama DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Malang memberikan bantuan sosial kepada guru madrasah diniyah (madin) di wilayah Kabupaten Malang. Selain karena para guru madin juga terkena dampak pandemi Covid-19, pemberian bantuan juga dalam rangka berbagi kasih menyambut bulan suci Ramadan 1441 H.

“Besok kita sudah menyambut bulan suci Ramadhan, minimal kehadiran kami membantu sedikit untuk meringankan beban guru madin, meskipun saya rasa itu sangat kurang. Dengan adanya bulan Ramadhan mudah-mudahan wabah di Indonesia dan seluruh dunia hilang,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Ahmad Fauzan, saat membagikan bantuan kepada guru madin di Pondok Pesantren Darun Najah, Bululawang, Kabupaten Malang, Kamis (23/4/2020).

Dalam kesempatan ini, setiap guru madin diberikan beras sebanyak 10 kilogram dan uang Rp100 ribu. Dari daftar di Kemenag Kabupaten Malang, ada sekitar 1.800 madin yang terdaftar dan ikut terdampak pandemi Covid-19.

“Masing-masing madin memiliki guru sebanyak 5-10 orang. Alhamdulillah dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang sebagian sudah tercover bantuan ini,” terang politisi Partai Golkar ini.

Ia pun berharap, politisi dan pengusaha yang lain juga ikut tergerak untuk melihat kondisi guru madin mengingat mereka masih banyak yang belum dapat bantuan dari pemerintah. Apalagi kondisi guru-guru madin di tingkat desa-desa, kehidupan dan kesejahteraannya sangat miris, sangat sedih sekali.

“Jadi dengan kegiatan saya hari ini minimal memberi hikmah dan mengajak temen-teman yang lain untuk ikut berpatisipasi melihat kondisi guru-guru madin di Kabupaten Malang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Malang, Nasrul Marwazi, menyebutkan kegiatan bakti sosial ini telah diselenggarakan di enam titik dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Dia mengaku penyaluran bantuan ini masih belum maksimal karena keterbatasan waktu jelang bulan Ramadhan.

“Kami sangat berterimakasih sekali karena sudah peduli di tengah covid-19 kepada warga madin. Harapan kita kegiatan ini bisa diikuti oleh para pemangku-pemangku kebijakan daerah, para anggota dewan yang lain untuk senantiasa berpikir bagaimana mensejahterakan guru madin kedepannya,” katanya.

Sedangkan, salah satu guru madin, Komarudin, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Sebab, guru madin yang rata-rata berpenghasilan Rp50-100 ribu per bulan cukup terdampak selama masa pandemi covid-19.

“Saya mewakili dari sebagian guru madin di Kabupaten Malang sangat berterimakasih dengan Bapak Fauzan karena beliau sangat peduli dengan kondisi kami. Karena kondisi kami di lapangan tidak tersentuh oleh berbagai instansi. Apalagi masa seperti ini kalau tidak ada yang bantu gimana nasib kami,” ungkapnya. (Hum/Yog)