Manfaatkan Air Laut di Pantai Ngliyep, Therapis Ini Eksis di Masa Pandemi

Foto: Pak Bejan, salah satuTherapis. (Had)

BACAMALANG.COM – Hampir semua sendi kehidupan seolah lumpuh dihantam pandemi Covid-19, namun hal itu tidak bagi therapis satu ini yang tetap eksis di tengah pandemi dengan memanfaatkan air laut di Pantai Ngliyep. “Alhamdulillah banyak orang sembuh dengan therapi pijat refleksi digabungkan dengan berendam di air laut pantai Ngliyep,” terang Bejan, Selasa (23/6/2020).

Bejan telah dua tahun ini menggeluti profesi sebagai therapis darah tinggi dan stroke. Bejan menceritakan, tahap awal therapi adalah pasien stroke berendam di air laut di pantai Ngliyep selama beberapa menit. Setelah merendam diri selama 25 menit, pasien mengeringkan badan.

Proses therapi selanjutnya adalah pasien berjemur di hamparan pasir putih selama seperempat jam alias 25 menit. Setelah berjemur di hamparan pasir, pasien dapat beristirahat sejenak. Tahapan berikutnya pasien berendam lagi, berjemur di hamparan pasir, lalu istirahat selama setengah jam.

Selanjutnya pasien diperbolehkan makan secukupnya dengan menu nabati yang alami dan menyehatkan. “Pasien bisa makan dengan menu sederhana yang alami dan menyehatkan. Yaitu berupa umbi-umbian, ketela, dan singkong,” urai Bejan.

Setelah makan, tahapan berikutnya adalah pasien ditherapi dengan pijat refleksi. “Kita pijat menggunakan ilmu reflexologi sesuai penyakitnya. Biasanya saya kedatangan pasien stroke dan darah tinggi. Biasanya therapi dilakukan sebanyak 3 kali. Namun sesuai kadar berat ringannya penyakit,” terang Bejan.

Ia mengungkapkan, sudah banyak pasien yang sembuh dari pengobatan alternatif pijat refleksi dikombinasikan dengan therapi berendam di pantai. “Pasien saya berasal dari Malang Raya. Ada juga dari warga sekitar sini yang alhamdulilah banyak sembuh total,” imbuh Bejan.

Selain melayani therapi di kawasan wisata pantai Ngliyep, dirinya juga melayani panggilan di rumah pasien. Bejan bersyukur atas karunia adanya air laut yang mempunyai power dan kandungan mineral dan zat-zat yang bisa mengobati pasien stroke dan darah tinggi.

“Air laut ini mempunyai power, namun Kita sendiri juga harus mempercayai penuh kekuasaan Allah SWT. Selain percaya dengan energi laut, pasien juga harus percaya kesembuhan semata datangnya dari Allah SWT,” papar Bejan.

Bejan mengaku mampu menjalankan therapi berkat perjuangan dan ketekunan belajar secara autodidak selama bertahun-tahun. “Saya ingin menularkan ilmu therapi saya bagi siapa saja yang berminat. Saya berpesan kalau jadi therapi jangan terlalu berharap imbalan dari pasien. Namun harus ikhlas dan sukarela,” tukas Bejan mengakhiri.

Sejak Abad ke-4 SM

Terapi menggunakan air laut tercatat pertama kali dilakukan oleh Hippocrates pada abad ke 4 SM. Tokoh yang terkenal sebagai bapak kedokteran modern ini menyebutnya: “thalasso theraphy“. Artinya adalah : terapi yang menggunakan air laut.Hingga sekarang terapi dengan menggunakan air laut terus dilakukan masyarakat.

Menurut studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School, air laut mengandung 84 elemen penting yang sama dengan yang ditemukan di dalam plasma darah manusia. Meliputi vitamin, garam mineral, dan asam amino. Air laut juga kaya mikroorganisme yang menghasilkan antibiotik, antimikroba dan zat anti bakteri aktif. (Had/Red)