Merasa Ditipu BFI Finance, Nasabah Mengadu ke Anggota LBH Peradi

Foto: Dari kiri, Hendrik Firmansyah dan Suwito, S.H dari Kantor Advokat Rastra Yustisia & Associates. (ist)

BACAMALANG.COM – Merasa dirugikan, Hendrik Firmansyah, warga Jalan Bejo, Kelurahan Sisir Kecamatan Batu, Kota Batu meminta pendampingan hukum kepada Suwito Advokat Rastra Yustisia & Associates, Selasa (23/06/2020).

“Hendrik telah datang ke kantor kami dengan maksud meminta bantuan hukum terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum yang mengaku dari PT. BFI Finance yang berkantor di Singosari tanggal 20 Juni kemarin,” ungkap Suwito Advokat Rastra Yustisia & Associates.

Seperti diketahui, korban kecewa, dan merasa dirugikan serta merasa ditipu orang yang mengaku dari lembaga pembiayaan PT. BFI Finance Indonesia, Singosari Malang.

Wito menjelaskan, kejadian berawal dari keterlambatan pembayaran angsuran sepeda motor milik Hendrik selama tiga bulan, keterlambatan itu bukan tanpa sebab, melainkan karena dampak tidak langsung dari Covid–19 yang menghentikan nadi perekonomian secara global.

Akibat keterlambatan itu, kata mantan wartawan ini, Hendrik didatangi orang yang mengaku dari petugas BFI dan menawarkan kepada hendrik program hapus denda, sampai dengan menerima BPKB gratis tapi dengan syarat unit sepeda motor harus di bawa ke kantornya,” katanya.

Dengan tawaran menggiurkan itu, tanpa curiga dan berpikir panjang Hendrik datang ke kantor dimana dia melaksanakan kredit motor itu. “Sesampai di kantor BFI Hendrik dipersilahkan masuk oleh petugas dan dijelaskan tentang program yang diberikan beberapa kemudahan yang akan diterima sembari petugas lainnya meminta kontak sepeda motor dan STNK akan diperiksa kelengkapan unitnya,” kata Wito menirukan Hendrik.

Sembari dijelaskan program itu, Hendrik disodori beberapa lembar kertas untuk ditanda tangani. Sesaat setelah semua dijelaskan, ditandatangani, dan diserahkan STNK dan kontak dari tangan Hendrik sontak kantor terasa sepi dan kosong.

Setelah menunggu beberapa jam disitu, petugas tak kunjung nongol dan motor sudah tidak ada ditempat. “Kemudian Hendrik segera menghubungi nomor telpon orang yang datang dan menjanjikan kemudahan itu tapi dijawab agar ditunggu saja dan beberapa saat kemudian nomor hpnya terblokir,” tutur Wito.

Akibat itu, dia merasa ditipu oleh orang yang mengajaknya ke kantor BFI Finance dan menjanjikan atas kemudahan pembayaran hingga pelunasan gratis tanpa kesulitan,” jelasnya.

Anggota LBH Peradi Malang Raya ini menjelaskan bahwa Covid-19 ini merupakan kejadian luar biasa atau disebut dengan force majeur yaitu suatu keadaan atau kejadian yang terjadi diluar kemampuan manusia dan tidak terhindarkan.

Pemerintah melalui OJK, kata Ketua Bidang Humas Ikatan Advokat Indonesia ( Ikadin ) ini, telah memberikan kebijakan kepada siapa saja yang terdampak baik langsung maupun tidak langsung terhadap kredit yang didapat untuk bisa menunda selama minimal 6 bulan dan maksimal 12 bulan angsuran selama Covid-19 merebak se-antero negeri ini.

Kini, pihaknya akan mengantar Hendrik melaporkan dugaan tipu gelap itu pada kepolisian, modus seperti itu sekarang marak, nasabah dijanjikan angin surga bahkan mereka tidak segan – segan memberikan serangkaian kata- kata bohong.

“Kami menghimbau agar teman – teman lembaga pembiayaan memahami yang seharusnya sengketa perdata akan menjadi perkara pidana manakala nasabah dalam menyerahkan unit kendaraan roda dua atau roda empat ditempuh dengan cara – cara tidak baik,” tutur Wito.

Hingga berita ini ditulis, redaksi BACAMALANG.com tengah berupaya meminta keterangan dari pihak BFI atas kejadian tersebut. (Hum/Had/Red)