Dukun Palsu, Perdayai Pengusaha Asal Pujon Rp 18 Miliar

Foto: Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka, saat konferensi pers di Mapolres Batu. (Eko Sabdianto)

BACAMALANG.COM – Seorang wanita yang berprofesi sebagai pengusaha asal Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang diperdayai dukun palsu Rp18 Miliar.

Wanita ini tertarik lantaran AH dan SS yang merupakan tetangganya sendiri ini, mengaku memiliki samurai jenis kingroll dan juga bisa menggandakan uang.

Bahkan, salah seorang tersangka berinisial AH juga mengaku sebagai dukun yang serba bisa.

Untuk mengetes keaslian Samurai jenis kingroll, korban harus menyetorkan sejumlah uang ke rekening pelaku, namun uang yang disetorkan mulai Agustus 2016 hingga September 2020 Samurai kingroll asli, yang diharapkan korban tak kunjung tiba.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK mengatakan, untuk mendapatkan samurai asli, korban harus menyetorkan sejumlah uang ke rekening pelaku, bila gagal mentransfer uang, maka gagal pula mendapatkan samurai kingroll asli.

“Ternyata yang diminta untuk mendatangkan Samurai tersebut, tak kunjung tiba, korban juga sudah mencarinya kemana-mana, toko online, pedagang jalanan. Samurai kingroll ternyata tak ada. Karena ya memang tidak ada,” kata Harvi sapaan akrabnya saat konferensi pers di Mapolres Batu, Jalan AP lll, Katjoeng Permadi, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (23/9/2020).

Diakui, korban tertarik untuk membeli Samurai kingroll yang ditawarkan tersangka, lantaran samurai yang didatangkan melalui cara ritual ini miliki keuntungan lebih, bila dijual janji tersangka akan mendapat keuntungan trilyunan rupiah.

“Ini menjadikan korban tergiur keuntungan trilyunan rupiah. Padahal semua itu adalah tipu muslihat tersangka,” jelasnya.

Mantan ajudan Kapolda Jawa Timur di era Drs. Machfud Arifin, SH ini mengungkapkan, jika antara korban dan tersangka adalah masih tetangga. Korban mengaku tertipu Rp 18 Miliar. Sementara menurut tersangka hanya sekitar Rp 5 Miliar.

“Berdasarkan pemeriksaan pada korban, kurang lebih Rp 18 Miliar, uang korban yang dikirimkan ke tersangka. Mulai 2016 hingga 2020,” tukas dia.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan puluhan kartu debet dan ATM dari beberapa bank dan beberapa resi tanda pengiriman uang, sejak tahun 2016 kepada tersangka.

“BB lainnya buku-buku spiritual dan doa, buku samudra mutiara, berbagai jenis buku tabungan, satu unit mobil Taft dan Toyota Avanza, dupa dan juga didapati beberapa senjata tajam jenis keris dan samurai,” terangnya.

Guna untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya, masih kata Harvia, tersangka saat ini dijerat dengan pasal 378. Atau 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana(KUHP), yani tentang penipuan dan penggelapan.

“Mudah-mudahan dengan terungkapnya penipuan dan penggandaan uang ini, bisa menjadi pembelajaran kepada masyarakat. Harap masyarakat berpikiran yang logis saja,” pesan dia.

Sementara itu berdasarkan pengakuan tersangka SS, uang yang ditransfer oleh korban dibelikan pabrik plastik senilai Rp 350 juta dan beli rumah Rp 500 juta. Sedangkan AH mengaku hasil uang kejahatan itu sebagian untuk judi togel online. (eko/red)