Bangkitkan Budaya Jawa, Sanjay Ciptakan Puluhan Hits Keren

Foto: Sanjay Miralby. (ist)

BACAMALANG.COM – Saat ini muncul fenomena kebangkitan lagu dengan lirik Bahasa Jawa. Meski menghadapi tantangan semisal adanya pandemi dan sokongan industri musik minim, namun tidak menjadikan sosok satu ini patah arang.

“Sejak lama sebenarnya saya menciptakan lagu berlirik bahasa Jawa, hanya saat itu masih canggung untuk mempublish,” tegas Sanjay Miralby Ex AFI INDOSIAR 2013 yang kini menjadi pencipta lagu berlirik Bahasa Jawa, Minggu (22/11/2020).

Pria asli Malang ini mengungkapkan, alasan menyanyikan atau menciptakan lagu Jawa karena bertempat tinggal di Jawa, dan musik Jawa tidak kalah dengan musik nasional.

“Alasan saya dalam menyanyikan atau menciptakan lagu Jawa karena saya bertempat tinggal di Jawa, dan musik Jawa tidak kalah dengan musik nasional,” papar Sanjay.

Ia mengatakan, sudah banyak menciptakan lagu. “Banyak sampai sekarang alhamdulillah sudah lebih dari 30 lagu Jawa termasuk lagu berlirik Banyuwangi,” imbuh Sanjay.

Ia menjelaskan, inspirasi membuat lagu datang seketika. Ia juga bersyukur viewer lagu di YouTube cukup banyak.

“Inspirasi itu datang seketika. Entah saat saya di jalan, atau sedang santai. Alhamdulillah karya saya menuai viewer yang cukup banyak,” tukas Sanjay.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat akan merilis “BIM SALABIM” dan “Sing Biso Nyanding” berlirik Banyuwangian.

“Untuk Coming soon akan ada “BIM SALABIM” dan “Sing Biso Nyanding” Banyuwangian,” ujar Sanjay.

Berkat tangan dinginnya, banyak artis yang sudah membawakan hits yang dibuatnya.

“Untuk Jawa ada artis (penyanyi) Deviana Safara, Arya Satria, Aidha, Ajeng Kartika, Dike Sabrina, Buyung KDI, Rendy Phurrba dan lainnya,” terang Sanjay.

Usaha Kopi Bubuk

Selain menjadi seniman menciptakan lagu berlirik Jawa, Sanjay juga dikenal sebagai enterpreneur sukses.

“Kalau saya sih tidak menjadikan hasil dari lagu untuk fokus ke nafkah ataupun sumber ekonomi. Saya mempunyai management di berbagai aplikasi live streaming. Saya mengelola management di berbagai aplikasi Live streaming sejak tahun 2016 yang sampai sekarang masih tetap berjalan,” imbuh Sanjay.

Sanjay bersyukur karena usaha KOPI PATIH GUNUNG KAWI yang dikelola semakin maju.

“Saya bersyukur mempunyai sebuah produksi kopi bubuk dan biji kopi yang bernama KOPI PATIH GUNUNG KAWI dan menjadj sumber nafkah saya,” terang Sanjay.

Sanjay mengatakan, memilih penyanyi yang mampu membawakan lagu berlirik Jawa butuh kiat tersendiri.

“Mencari penyanyi yang bukan hanya sekedar menyanyi. Tapi yang harus membawakan sebuah lagu itu dengan penjiwaan dan penghayatan, agar pesan dari lagu itu sampai kepada pendengar,” papar Sanjay.

Sanjay berharap Corona cepat berakhir, agar musisi, serta pencipta lagu, bisa kembali manggung.

“Harapan saya semoga Corona cepat berakhir, dan Kami bisa kembali meramaikan panggung hiburan lagi,” tukas Sanjay.

Sanjay mengatakan, semoga pencipta lagu bukan hanya sekedar menciptakan lagu, namun harus benar-benar orisinil dan kreatif.

“Pesan Saya kepada semua pencipta lagu, jangan pernah menjiplak nada orang lain. Hargai karya orang lain, kreatiflah dalam menciptakan nada,” pungkas Sanjay.

Berikut hasil karya Sanjay yakni lagu dibawakan oleh Rendy Phurrba dan Aidha. Silahkan klik https://youtu.be/vu6e4VBAKBM dan https://youtu.be/XPNF50nXOCc. (dhum)