Mendikbud Izinkan KBM Tatap Muka 2021, Begini Tanggapan Pengamat di Malang

Foto: Ninik Sri Utami. (ist)

BACAMALANG.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan pemerintah daerah untuk memulai kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah di seluruh zona mulai Januari 2021 baru-baru ini.

Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Nadiem menegaskan keputusan pembukaan sekolah tatap muka usai hampir 8 bulan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) dan orang tua melalui komite sekolah.

Ia pun menegaskan, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun, sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

Menanggapi kebijakan tersebut, Pengamat Pendidikan Kabupaten Malang Puji Hariwati mengatakan, agar jangan takut menyelenggarakan sekolah tatap muka.

Puji menjelaskan, berdasakan pengalaman dan pengamatan rasanya segera saja anak-anak masuk sekolah.

Dengan syarat ikuti protokol kesehatan.
Puji mengamati jalanan sudah ramai berarti banyak orang berpergian ke pasar, mal, kafe, sudut-sudut kota tempat kongkow, tempat rekreasi, terminal, stasiun, bandara dan lain-lain semakin ramai.

Anak-anak sekolahpun ramai terus bermain sepanjang hari mulai pagi hingga sore tanpa kegiatan belajar yang berarti.

“Sedih melihat anak-anak yang semakin tak terkendali tanpa mau belajar. Awalnya sih sebagian anak-anak menangis ingin sekolah, lama-lama menikmati bak libur panjang tak masuk sekolah,” tutur Puji.

Terkait daring, Puji menilai hasilnya jauh dari bermutu. “Daring, siapa bilang berhasil baik dan bermutu. Jauh dari bermutu. Sungguh prihatin melihatnya. Maka ayo masuk sekolah dengan penuh kesadaran disiplin penuhi aturan,” urai Puji.

Untuk guru-guru Puji mengajak menguatkan tekad. “Ayo kuatkan tekad untuk mengajar sebaik-baiknya. Menebus pembelajaran Daring yang jauh dari bermutu. Untuk orangtua supaya meningkatkan kesadaran untuk mendukung protokol kesehatan dan tidak menuduh sekolah tanpa alasan. Pihak pemerintah bersungguh-sungguh mengawal kembalinya anak-anak masuk sekolah kembali. Semoga semua kegiatan kembali normal dan sukses,” terang Puji.

Butuh Diklat IT

Sementara itu, Guru pembina siswa SMP 2 Sumberpucung Kabupaten Malang, Ninik Sri Utami mengatakan,
sebagai orang tua mungkin sama, ada kekhawatiran karena kondisi masih belum aman betul.

Tetapi sebagai seorang guru ingin rasanya tatap muka meskipun terbatas. Tetapi paling tidak bisa dicoba dengan berbagai ketaatan dan memenuhi protokol kesehatan.

“Sebenarnya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) bisa dilanjut namun kendala dari guru sendiri tidak semua menguasai IT sehingga materi yang akan diberikan tidak tersampaikan dengan baik,” terang Ninik.

Oleh karena itu persiapan guru juga diutamakan dengan adanya diklat/workshop untuk menambah kapasitas guru dalam penguasaan IT perlu diberikan.

“Karena Kita tidak tahu wabah ini sampai kapan berakhir. Setelah para pendidik diberikan bekal dalam penguasaan IT, maka PJJ yang dilaksanakan diharapkan tidak mengalami kendala yang berarti,” pungkas Ninik. (had)