IMB Hotel Ubud Disoal, Lembah Metro Resort Menyusul : YUA Segera Daftarkan Gugatan PTUN

Foto : Kuasa Hukum Yayasan Ujung Aspal Jawa Timur, Suwito, S.H menunjukkan bangunan Lembah Metro Resort yang diduga melanggar sempadan sungai. (ist)

BACAMALANG.COM – Yayasan Ujung Aspal (YUA) menyoal IMB Proyek Hotel Ubud dan Lembah Metro Resort, selanjutnya berencana segera mendaftarkan gugatan ke PTUN. Demikian diungkapkan Kuasa Hukum YUA, Suwito di kantornya, Senin (24/02/2020).

“Setelah IMB Hotel Ubud kami persoalkan karena diduga bermasalah, maka kami segera melakukan somasi terhadap Lembah Metro Resort dan setelah itu segera kami mendaftarkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN )” tandas Suwito.

Seperti diketahui, YUA telah memberikan somasi pertama dan somasi kedua terhadap Pemerintah Kota Batu dan Hotel Ubud yang mendapat perhatian beberapa pihak.

Ia menuturkan, pihak -pihak tersebut akan hadir di persidangan untuk dihadirkan sebagai saksi nantinya.

Mereka, kata wito, akan menyampaikan dan bersaksi jika tidak hanya sempadan jalan saja, namun ada beberapa perijinan yang diduga tidak memenuhi syarat.

Untuk itu, mantan wartawan lensaindonesia.com ini mengatakan dirinya sangat berterima kasih kepada berbagai pihak yang akan membantu memberikan kesaksian dan keterangan perkara ini hingga menjadi terang-benderang.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Kota Batu yang membantu memberikan keterangan dan sangat peduli terhadap pembangunan yang diduga menyalahi aturan ini menjadi terang dan jelas,” urainya.

Dikatakannya, selain mensomasi Hotel Ubud, pihaknya juga akan melayangkan somasi terhadap Pemkot Batu (Dinas Penanaman Modal) dan Lembah Metro Resort yang diduga telah menyalahi beberapa perijinan.

Hotel Ubud dan Lembah Metro, kata dia, adalah sekian persen dari sekitar 60 lebih pembangunan yang diduga bermasalah tentang perijinan termasuk diduga pula perijinan Jatim Park Group di Kota Batu.

Kemarin, Pemkot Batu telah memberikan jawaban atas somasi yang dilayangkan pihak kami. Untuk itu, nanti dalam sidang PTUN akan kita uji disana apakah layak perusahaan tersebut memperoleh ijin mendirikan bangunan,” pungkasnya. (yog/ had)