Lewat KKI, BI Malang Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Walikota Malang H. Sutiaji (kanan), didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan A. saat meninjau stan Kopi Ledug Pasuruan dalam gelar Karya Kreatif Indonesia Seri I, di Hotel Santika Malang, Rabu (24/3/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Sinergitas antar lembaga merupakan hal yang penting dalam upaya pemulihan ekonomi daerah dan nasional, khususnya pengembangan sektor UMKM yang memiliki andil cukup besar terhadap perekonomian Indonesia di era pandemik ini.

Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri I Tahun 2021 pada bulan Maret Tahun 2021 yang diselenggarakan di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia merupakan bentuk dukungan dan upaya BI dalam menyukseskan Instruksi Presiden atas Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI). Seperti yang digelar dalam penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia Seri I, di Hotel Santika Malang, Rabu (24/3/2021).

Gelar KKI kali ini mengusung tema “Sinergi, Globalisasi, dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata”, sebagai upaya mendorong globalisasi UMKM dilakukan melalui peningkatan daya saing produk UMKM antara lain melalui kurasi, talkshow, business matching maupun kerja sama dengan investor.

Digitalisasi mewarnai berbagai program kreatif yang disusun secara terstruktur yang mengedepankan digitalisasi UMKM melalui program onboarding, serta perluasan penggunaan QRIS merchant/UMKM.

“Saya sangat bersyukur dapat mengikuti pameran ini, karena masa pandemi tidak banyak kesempatan memasarkan produk secara offline,” ujar owner Kopi Ledug dari Pasuruan Eddy H, di sela pameran, Rabu (24/3/2021).

Eddy mengaku saat ini angka penjualan secara online sudah mulai meningkat dari 20 persen menjadi 30 persen, tapi jika diprosentase masih lebih banyak secara offline.
“Pemasaran secara offline lebih menjalin ikatan emosional dengan customer,” tegasnya.

Eddy merasa dukungan Bank Indonesia sudah sangat bagus untuk pengembangan UMKM, salah satunya dengan penggunaan QRIS sebagai pembayaran cashless, yang memudahkan dalam transaksi bisnisnya.

“Bank Indonesia juga mendukung penuh keberangkatan kami memenuhi undangan dari KBRI di Ryadh, Arab Saudi pada bulan Desember 2019 lalu sebelum masa pandemi, saat menerima penghargaan kopi untuk Arabica Ledug,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan dari Nur Hidayat, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur Abadi dari Pasuruan yang mangatakan bahwa saat ini lebih banyak memasarkan produknya secara offline.

“Secara online nyaman-nyaman saja, tapi kalau secara offline customer bisa berdiskusi dulu sebelum membeli, sehingga ada potensi pembelian yang lebih besar” ujar Nur Hidayat yang mengusung produk bermerek Sumadi Kopi ini.

Ia juga mengaku banyak mendapat kemudahan selama menjadi UMKM binaan Bank Indonesia, salah satunya dengan QRIS sebagai sarana pembayaran cashless di era pandemi ini. “Selama ini kami juga diberi pelatihan tentang SDM, budidaya, market pengelolaan keuangan maupun pemberian sarana mesin roasting kopi,” tandasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Azka Subhan A. menyampaikan, Bank Indonesia Malang turut mendukung penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia Seri I, yang digelar secara berseri. “Seri I diselenggarakan pada hari ini tanggal 24 Maret 2021, seri 2 dan 3 insyaallah akan diselenggarakan pada bulan Juni dan Agustus 2021,” jelasnya di sela mendampingi peninjauan Wali Kota Malang H Sutiaji ke berbagai stan pameran.

Melihat besarnya peluang pengembangan UMKM di wilayah KPw BI Malang, lanjut Azaka Subhan, diharapkan event KKI ini dapat mendorong peningkatan kredit perbankan untuk penyaluran UMKM. Menurut pria ramah senyum ini, berdasarkan data penyaluran kredit UMKM bulan Februari 2021 di wilayah kerja KPw BI Malang mengalami peningkatan, sebesar 5,64%.

Ia optimistis penjualan dalam pameran kali ini akan bisa mencapai target setidaknya Rp. 100 juta atau lebih, seperti dalam kegiatan sebelumnya di Hotel Tugu Malang.
“Tentunya dalam mendorong penyaluran kredit perbankan ini diperlukan sinergi yang baik dari lembaga keuangan maupun UMKM,” ujarnya.

Dalam even KKI ini digelar Display Produk dari UMKM Binaan dan Mitra dari seluruh wilayah kerja KPw BI Malang, Capacity Building, Business Matching serta Kurasi Produk UMKM. Produk UMKM yang akan ditampillkan yaitu batik, kerajinan, kopi serta makanan olahan. Produk UMKM yang ditampilkan yaitu batik, kerajinan, kopi serta makanan dan minuman olahan dengan peserta : Batik Anjani Kota Batu, Batik Antique Kota Malang, Batik Druju Kabupaten Malang, Batik Pandan Arum Kabupaten Malang, Batik Bimbing Kota Malang, Batik Prabulinggih Kota Probolinggo, Griya Madukara Kota Malang, Dinara Klompen Kota Malang, Eva Unique Kota Malang, Kopi Ledug Kabupaten Pasuruan, Kopi Sumadi Kabupaten Pasuruan, Kopi Margading Kabupaten Malang, Kopi Amadanom Kabupaten Malang, Gapoktan Mitra Arjuna Kota Batu, Andamel Mulyo Kota Batu, Sambal Mamani Kota Malang, Mangathat Kota Malang, Beras Lumpang Berlian Kabupaten Malang.

“Kegiatan Capacity Building akan diselenggarakan secara Hybrid dalam KKI 2021 dengan tema Suistanable Fashion, Pentingnya Prospek Produk Halal di Indonesia serta sosialiasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” paparnya.

Sementara untuk kegiatan Business Matching, KPw BI Malang akan bekerjasama dengan Dekranasda, Malang Strudel, PT. BNI (Persero) KC Universitas Brawijaya Malang serta PT. BSI KCP Pasar Besar Kota Malang. Sedangkan kurasi produk UMKM akan dilaksanakan oleh Dekranasda, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Malang dan Toko Malang Strudel.
“Seperrti yang dikatakan para pelaku UMKM, KPw BI Malang mendorong peningkatan Digitalisasi UMKM, melalui fasilitas transaksi penjualan dan pembayaran menggunakan QRIS agar transaksi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya,” urainya.

Azka berharap pameran KKI 2021 ini dapat mensosialisasikan dan mempublikasikan program Bank Indonesia kepada masyarakat mengenai peran Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM. “Pengembangan ini terkait perluasan akses pasar domestik dan ekspor, khususnya di tengah pandemi covid serta sebagai katalisator bagi para pelaku usaha industri kreatif dalam meningkatkan kualitas produknya,” tutupnya. (ned)