Kejaksaan Telusuri Dugaan Korupsi KONI Kota Malang Senilai Rp 12 Miliar

Foto: Kasi Intel Kejari Kota Malang, Yusuf Hadiyanto. (ist)

BACAMALANG.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang mengusut terkait dugaan penyelewengan dana senilai lebih dari Rp 12 miliar di KONI Kota Malang. Dalam penelusurannya, Kejari kota Malang memanggil seluruh pengurus Cabang olahraga (Cabor) untuk dimintai keterangan. 

Kasi Intel Kejari Kota Malang, Yusuf Hadiyanto, membenarkan soal adanya pengusutan dugaan korupsi yang merugikan negara. “Ya kami usut karena ada laporan,” katanya, Rabu (24/6/2020). 

Yusuf menyebut, bahwa berdasarkan laporan yang masuk ada dugaan penyimpangan anggaran dana hibah sebesar Rp 12 miliar. Ada pula pengusutan uang saku dari Pemprov saat kegiatan Porprov Jatim 2019 lalu.

“Laporan itu sedang diselidiki pihak kejaksaan. Baik itu terkait dana hibah dari APBD Kota Malang sebesar Rp 12 miliar maupun uang saku Porprov 2019 dari Pemprov Jatim”, ungkap Yusuf  

Pihaknya segera melakukan pengumpulan data dan keterangan dari para pengurus Cabor guna mengungkap dugaan korupsi itu.

“Keterangan mereka itu kami cocokkan dengan data yang ada. Itu masih proses, belum selesai. Nanti kalau sudah jelas, kami beber semuanya,” katanya. 

Yusuf menambahkan, bahwa Kejari telah melakukan pemanggilan kepada beberapa pengurus Cabor. Sementara itu pengurus Cabor yang belum dipanggil akan segera dipanggil dalam waktu dekat.

Pemanggilan itu tidak dilakukan secara bersamaan mengingat masih dalam masa pandemi dan tetap berpedoman dengan protokol kesehatan.

“Prosesnya masih panjang dan butuh waktu untuk menyelesaikan penyelidikan ini hingga bisa ditemukan secara riil berapa kerugian yang dialami negara. Tunggu saja semuanya rampung hingga naik ke tahap penyidikan,” jelas Yusuf. (Lis/Red)