Lewat Pendopo Kembang Kopi Wagir, Piet Widiadi Intensif Berdayakan Masyarakat

Foto: Piet Widiadi, owner Pendopo Kembang Kopi. (Hadi)

BACAMALANG.COM – Praktisi community development Piet Widiadi mengatakan, terpanggil berkiprah membangkitkan ekonomi masyarakat, pihaknya intens melakukan pendampingan masyarakat di Pendopo Kembang Kopi di Dusun Glagah Ombo, Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

“Kami terpanggil untuk berpartisipasi memberikan pendampingan penguatan pendapatan masyarakat di situasi pandemi saat ini,” tutur pria yang juga Owner Pendopo Kembang Kopi ini, Rabu (24/6/2020).

Piet menututkan, selama bertahun-tahun, pihaknya gencar memberikan pendampingan penguatan pendapatan masyarakat yang diharapkan mampu menjadikan masyarakat swadaya dan berdikari.

“Kami fokus memberikan sharing tentang metode pembangunan masyarakat, baik soal lingkungan hidup, ketahanan pangan, penyediaan air bersih, dan lain-lain,” jelas pria alumnus FISIP Universitas Airlangga ini.

Sekilas ia menceritakan, pemberian nama Pendopo Kembang Kopi bukan tanpa suatu alasan, namun cukup sakral dan filosofis. “Disebut Pendopo Kembang Kopi karena dikelilingi oleh kebun kopi di sekitar sini. Penamaan kembang kopi karena bunganya jika mekar wangi dan harum diharapkan memberi manfaat kepada sekitarnya,” terang Piet.

Piet mengungkapkan, beragam kegiatan dijalankan meliputi pendampingan pengembangan penguatan kapasitas pendapatan semisal pengelolaan homestay, penyediaan transportasi, ojek , travel berbasis masyarakat.

Piet menjelaskan, gerakan yang dijalankan lebih kepada non profit serta tidak mencari keuntungan semata. Sementara untuk trainer pemberdayaan berasal dari teman-teman penggiat Community Developmet se-Malang Raya. “Harapan Kami teman-teman yang dilatih disini mampu mendorong sebuah kemandirian masyarakat pada lokasi penempatan masing-masing,” tegas Piet.

Pelatihannya adalah pendekatan sosial untuk pembangunan masyarakat. Namanya Sustaianable Livelihood Approach atau pendekatan penghidupan lestari.

Foto: Suasana endopo Kembang Kopi di Dusun Glagah Ombo. (Had)

Suasana Nyaman

Piet menututkan, menulis atau mengerjakan laporan bisa juga dilakukan di Pendopo Kembang Kopi dengan tenang dan nyaman. Pendopo juga membuka tempat untuk diskusi, baca buku bahkan tempat untuk mencari literasi skripsi atau thesis dengan suasana tenang.

Perpustakaan dengan banyak koleksi buku tentang sosial, pemberdayaan dan konservasi tentunya. Makanan rumahan yang disajikan merupakan hasil dari masakan ibu-ibu masyarakat Desa Sumbersuko.

Piet mengatakan, menjalankan sebuah kearifan lokal merupakan salah satu jalan untuk sebuah keberlanjutan penghidupan. “Suasana sejuk di sekitar pendopo bisa menambah mood dan energi positif ke tubuh Kita. Itu adalah imun alami Kita apalagi saat pandemi seperti sekarang sangat diperlukan,” terang Piet.

Tradisi Karang Kitri

Piet mengungkapkan nanti hari Minggu (28/6/2020) pihaknya mengadakan diskusi Tradisi Karang Kitri di Pendopo Kembang Kopi. Literasi Karangkitri di tengah pandemi. menarik dijalankan karena diharapkan.mampu membangun kesadaran masyarakat memanfaatkan lahan produktif di sekitar rumah guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari untuk meminimalisir pengeluaran.

“Yuk gabung dalam kegiatan ngobrol ringan dengan minum wedhang atau kopi, dengan topik Karang Kitri sebagai tradisi usaha rumahan yang pudar. Dengan suasana asri, santai dan enjoy,” pungkas Piet. (Had/Red)