Ketegangan Sempat Terjadi di RSUD Kanjuruhan, Ada Apa?

Sejumlah polisi nampak berjaga di RSUD Kanjuruhan (ist)

BACAMALANG.COM – Suasana pagi di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang nampak berbeda hari ini, Jumat (24/7/2020).

Sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga di area halaman Unit Gawat Darurat atau UGD RSUD Kanjuruhan. Mereka melakukan penjagaan karena adanya isu yang menyebutkan bahwa akan ada penjemputan paksa keluarga terhadap salah seorang pasien meninggal dunia yang diduga terjangkit Coronavirus disease 2019 alias Covid-19.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar kemudian menyampaikan bahwa ketegangan yang sempat terjadi di RSUD Kanjuruhan bisa diredam setelah pihak keluarga diberikan penjelasan.

“Setelah pihak RSUD dan kami memberikan penjelasan kepada keluarga tentang bahayanya jika tidak dimakamkan sesuai protokol Covid-19, khawatir menular pada orang lain. Akhirnya keluarga memahami,” ujar Hendri.

Pria kelahiran Solok Sumatera Barat ini menambahkan, meskipun sudah meninggal dunia, pasien tersebut belum dinyatakan positif Covid-19. Hal ini karena masih menunggu hasil tes swab.

“Pasien tersebut mengalami sakit dan juga terpapar Covid-19, meskipun belum dinyatakan positif,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas atau Plt Direktur Utama RSUD Kanjuruhan, Dr Dian Suprodjo menyampaikan jika saat menjalani perawatan, pasien tersebut sudah dinyatakan reaktif. Namun, untuk mengetahui positif atau negatif Covid-19, masih menunggu tes swab.

“Swab masih menunggu, tapi untuk rapid-nya reaktif. Makanya diberlakukan sebagai pasien yang ke arah Covid untuk mencegah, itu memang protapnya seperti itu,” ucap Dian. (mid/yog)