Selamatan Desa, Warga Dusun Junggo Bumiaji Masak Jenang Bersama

Foto: Warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, saat memasak jenang bersama dalam rangka selamatan desa. (Eko Sabdianto)

BACAMALANG.COM – Warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu punya cara unik dan tersendiri dalam menggelar selamatan desa.

Seperti halnya yang dilakukan warga Kampoeng Kali Ledox di 2 RW, yakni RW 09 dan RW 10 yang menggelar kegiatan massal memasak jenang bersama, mengusung tema “Njenang Bareng”, Senin (24/8/2020).

Menurut Suparman selaku tokoh masyarakat Dusun Junggo, bahwasanya kali ini dalam selamatan desa dirasa berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Semalatan desa kali ini berbeda, warga disini memasak jenang secara bersama-sama, hal ini dilakukan bertepatan dengan bulan suro,” kata Parman sapaan akrabnya kepada awak media.

Dirinya menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu tradisi yang telah turun temurun di Dusun Junggo.

“Ya, salah satu tujuannya memang untuk menjalin rasa persaudaraan diaantara umat beragama, yakni hindu, kristen, dan Islam, agar semakin kuat dan kompak di Dusun Junggo,” terang dia.

Sebelumnya, papar Parman, warga setempat secara bergotong royong terlebih dahulu menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan jenang.

“Bahan tersebut diantaranya kelapa, yang kemudian diparut untuk dijadikan santan sampai menjadi minyak. Setelah itu proses pembuatan beras ketan menjadi tepung ketan sebanyak 40 kg, kemudian ditambah 20 kg tepung beras,” beber dia.

ist

Untuk membuat bahan adonan tersebut, panitia juga membuat gula batok yang ditambah dengan gula aren sebanyak 40 kg untuk dijadikan gelali.

“Semua bahan dicampur dan diaduk dalam satu kuwali besar. Untuk kebutuhan memasak jenang, panitia disini juga telah menyiapkan 4 tungku dan kuwali berukuran besar. Jadi, selanjutnya masing-masing kuwali yang telah berisi jenang kemudian diaduk bersama oleh 4 orang warga secara bergantian, selama 4-5 jam tanpa henti,” ungkapnya.

Parman juga menambahkan, setelah proses jenang tersebut matang, kemudian dibungkus dan diantarkan ke rumah-rumah warga.

“Dan sebagian jenang lainnya juga dimakan bersama warga,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan warganya tersebut.

“Saya pikir ini kegiatan yang positif sekali ya, karena bertepatan dengan bulan suro. Jadi warga dalam melaksanakan selamatan desa ini mereka sangat antusias membuat jenang secara bersama-sama,” tukas dia.

Suliono yang juga kolektor kayu jati ini juga mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari rasa kegotongroyongan, diantara warga yang ada di Dusun Jungggo.

“Kegiatan memasak jenang bersama ini di inisiasi oleh tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. Selain itu, anggaran yang digunakan juga murni dari warga. Mereka swadaya secara sukarela, tanpa melibatkan anggaran dari dana desa sekalipun,” tandasnya. (eko/red)