Didemo, Akhirnya KPH Menghentikan Proyek Alaska Kota Batu

Foto: Aksi damai tuntut penghentian proyek Alaska. (ist)

BACAMALANG.COM – Setelah proyek Alaska didemo oleh warga, akhirnya KPH sepakat menandatangani pernyataan penghentian proyak secara total. Namun demikian warga tetap antusias mengawal keputusan hingga benar-benar kasus ini tuntas dan terselesaikan.

“Untuk selanjutnya, tetap akan dikawal terkait hasil dari aksi tadi, kemudian warga dan anggota solidaritas akan berdiskusi merumuskan strategi baru untuk menyelamatkan Kasinan. Sehingga harapan hutan lindung Kasinan akan dikembalikan sebagaimana fungsi aslinya,” terang Koordinator Aksi, Naufal, lewat sambungan whatsApp, Kamis (34/9/2020).

Seperti diketahui, dari aksi tadi siang akhirnya melalui komunikasi antara Walikota Batu dengan Perhutani KPH Malang telah menerbitkan surat penutupan dan pemberhentian segala aktifitas pembangunan wisata alaska yang ditandatangani KPH Malang.

“Alhamdulillah akhirnya melalui komunikasi antara Walikota Batu dengan Perhutani KPH Malang telah menerbitkan surat penutupan dan pemberhentian segala aktifitas pembangunan wisata Alaska yang ditandatangani KPH Malang,” papar Naufal.

Aksi Damai di Balkot

Sekilas informasi, puluhan warga Desa Pesanggrahan, Kec. Batu, Kota Batu, bersama Gebrak (Gerakan Bersama Rakyat Kasinan) melakukan aksi damai di depan Balai Kota Among Tani Pemkot Batu, Kamis (24/9/2020).

Masa aksi meminta Pemkot Batu, mengeluarkan surat perintah penutupan wana wisata Alaska di kawasan hutan lindung Kasinan.

Aksi dimulai jam 9.30 WIB sampai 10.15 WIB dengan penyampaian orasi dari perwakilan masa aksi hingga Walikota Batu datang menemui mereka. Bertepatan dengan HTN (Hari Tani Nasional), aksi terpantau kondusif serta masa yang berpartisipasi sudah mengikuti protokol kesehatan.

Korlap (Koordinator Lapangan), Anto, mengungkapkan tujuan dari aksi damai ini untuk menuntut pemerintah Kota Batu agar menutup secara permanen wisata Alaska yang ada di hutan Kasinan. Karena dinilai hingga saat ini masih belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan.

“Hari ini kami meminta ketegasan Pemerintah, yang sebelumnya mengatakan akan menutup wisata Alaska sementara tetapi sampai saat ini tidak jelas kelanjutannya. Sedangkan kami sebagai warga menuntut agar wisata itu ditutup selamanya,” tuturnya.

Menyalahi Perda

Warga Pesanggrahan ini menambahkan, pengelolaan hutan lindung Kasinan sudah menyalahi aturan Perda No.7 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, dimana di sana ditetapkan bahwa alas Kasinan termasuk kawasan hutan lindung dan resapan air.

“Di Kasinan itu sudah dibangun kolam-kolam dan gazebo-gazebo yang jaraknya dekat dengan aliran air, pohon-pohon juga banyak ditebangi. Dampaknya warga mengeluhkan debit air yang menurun,” tambahnya.

Di sisi lain, aksi damai ini menjadi bagian dari rangkaian panjang perjalanan sengketa hutan lindung Kasinan antara warga Desa Pesanggrahan dengan CV.Alaska sebagai pengelola wisata. Setelah sebelumnya sudah dilakukan audiensi dengan pihak Pemdes, Perhutani, Kecamatan, dan Walikota Batu.

Walikota Beri Tanggapan

Sementara itu, Walikota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko MSi, yang menemui massa aksi cukup menyayangkan terhadap aksi tersebut karena menganggap ada pelibatan pihak luar tetapi ia juga memberikan jawaban bersedia menutup wisata Alaska untuk seterusnya.

“Tidak perlu seperti ini caranya, ini kan antara sesama warga Kasinan sendiri kalau kalian ada rekomendasi atau hasil kajian bisa disampaikan langsung ke saya lewat Kepala Desa. Saya akan tetap menutup Alaska selamanya,” ujarnya.

Dukungan Berbagai Elemen

Selain warga terdampak, yang tergabung dalam “Gebrak” yang juga ikut dalam aksi ini antara lain Walhi Jatim, LBH Surabaya Pos Malang, MCW, Sindikat Aksata, KIH 012 Regional Malang, Front Sumberejo, Nawakalam, LBH Bhagaskara Duta, Lembaga Yustisi Mahasiswa Islam, dan Forsil Mapala Malang Raya.

Di akhir demo, beberapa massa aksi diminta masuk ke Balai Kota bersama dengan Pemerintah Kota Batu untuk membuat kesepakatan tertulis penyelesaian sengketa hutan lindung Kasinan. 

Kawasan Vital

Perlu diketahui, hutan lindung Kasinan merupakan wilayah yang sangat penting untuk menjaga stabilitas ekosistem kota Batu, secara khusus masyarakat Pesanggrahan.

Hutan lindung Kasinan sebagai salah satu wilayah penting sebagaimana dalam perda kota Batu nomor 7 tahun 2011 tentang tata rencana tata ruang wilayah.

Berdasarkan perda tersebut menetapkan hutan lindung Kasinan sebagai kawasan hutan lindung dan resapan air. Maka akan sangat berbahaya jika dialih fungsikan menjadi tempat wisata yang kemudian mengakibatkan turunnya debit air.

Hal ini mengingat warga sekitar sangat membutuhkan air untuk kebutuhan ekonomi maupun sosial. (*/had)