Bapenda Kota Malang Petakan Sektor Pajak

Foto: Penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Diantaranya dengan memberi keringanan pajak non PBB hingga 50 persen.

Kepala Bapenda Kota Malang, Ir Ade Herawanto MT mengatakan bahwa hal ini dilakukan guna memaksimalkan PAD Kota Malang usai merebaknya COVID-19 . Saat ini pihaknya juga terus melakukan pemetaan terhadap objek pajak yang menunjukkan tingkat positif di era new normal.

“Keringanan tersebut diberikan WP yang sudah mulai usaha dengan normal. Selama masa new normal, beberapa usaha sudah berangsur pulih secara perlahan,” ujar Sam Ade, sapaan akrabnya, Jumat (24/10/2020).

Ade memprediski, tahun depan PAD akan semakin baik lagi berdasarkan pantauan data sektor pajak dari triwulan pertama hingga ketiga. Meski target sempat mengalami perubahan karena menyesuaikan kondisi serta aturan yang berlaku selama pandemi.

“Jika sebelumnya PAD Kota Malang dari sektor pajak ditetapkan sebesar Rp 731 miliar lebih. Maka semenjak pandemi, dikoreksi menjadi Rp 367 miliar,” terangnya.

Dengan kondisi ekonomi berangsur pulih, potensi yang bisa didapat juga tengah dilakukan perhitungan. Melalui hitungan selama proses recovery, PAD Kota Malang menjadi kurang lebih Rp 412 miliar. Sementara dalam hitungan untuk fase new normal, PAD dari sektor pajak tersebut ditargetkan Rp 579 miliar lebih. (YGA/ADV/Malang)