Peringati HSN dengan Patuhi Prokes dan Gali Potensi Kader

Foto: Kegiatan bedah rumah. (ist)


BACAMALANG.COM – Adanya pandemi Covid 19 menghendaki penerapan new nornal termasuk adanya adaptasi berbagai legiatan keagamaan massal seperti HSN (Hari Santri Nasional) di Kecamatan Turen Kabupaten Malang 2020.

Setidaknya ada dua alasan pelaksanaan HSN yang biasanya diterapkan terpusat, namun saat ini dijalankan di tiap-tiap ranting NU Turen.

“Ada dua hal penting mengapa HSN kali ini dilakukan di tiap-tiap ranting. Pertama karena Kita menatuhi protokol kesehatan. Kedua, Kami ingin mencari potensi serta mencetak kader militan di masing-masing ranting,” tandas Koordinator Pelaksana Peringatan HSN Turen, Eko Harianto, Sabtu (24/10/2020).

Serangkaian Kegiatan

Dalam melaksanakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional, MWC NU Turen membentuk Tim Panitia Peringatan Hari Santri yang dikoordinatori Ketua PAC Ansor Turen.

Dalam proses pelaksanaannya, koordinator mendistribusikan kegiatan kegiatan tersebut ke masing-masing Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Turen.

Rangkaian kegiatan diawali dengan do’a bersama pada malam 22 Oktober serentak di seluruh musholla / langgar dan masjid dalam Naungan LTM NU se-wilayah Kecamatan Turen dengan agenda utama pembacaan Sholawat Tibbil Qulub dan pembacaan tahlil untuk para Syuhada yang telah gugur merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Esok harinya dilanjut dengan giat apel bendera peringatan HSN yang dilaksanakan serentak di tiap ranting se-Kecamatan Turen.

“Mengapa dilaksanakan di tiap ranting, bukan difokuskan menjadi satu di kecamatan seperti kemarin, sebab Kami (MWC NU Turen) berusaha untuk tetap mematuhi prokes, tanpa mengurangi kekhidmatan peringatan HSN di Turen. Disamping itu juga ingin memunculkan potensi terpendam kader baru di setiap desa atau ranting yang nantinya akan menjadi penerus perjuangan Jam’yyah NU di Turen.

Ziarah Makam Pahlawan

Selesai giat apel, peserta apel diajak untuk berziarah ke makam para pejuang pendiri ( bedah Kerawang ) desa dan makam sesepuh, Kyai, dan pengurus NU di wilayah desa masing-masing.

“Tujuannya mendo’akan beliau-beliau pembuka dan penerus jalan perjuangan, yang hasilnya hingga saat ini bisa dirasakan oleh generasi masa sekarang,” jelas Eko.

Aneka Lomba Kreatif

Selain itu, dalam peringatan HSN di wilayah Kecamatan Turen juga ada kegiatan lomba seperti lomba/ olimpiade Aswaja, Lomba Videografi, dan Lomba Tumpeng, serta Kegiatan bhakti sosial di masyarakat.

Untuk giat bhakti sosial sebagian besar dilaksanakan oleh PAC Ansor Kecamatan Turen dalam bentuk rehab rumah bekerja sama dengan Diknas, BAZNAS dan LazisNU dilaksanakan di 22 titik Lokasi se- Kecamatan Turen. Juga rehab musholla di Desa Talok bekerja sama dengan Pemdes, Babinsa dan Bimaspol setempat.

Libatkan LazisNU dan Ma’arif

Sementara itu, pembagian 700 bibit tanaman buah Sawo dilakukan oleh LazisNU Kecamatan Turen.

Untuk giat Lomba Olimpiade Aswaja dilaksanakan oleh LP MA’ARIF Kecamatan Turen, sedangkan Untuk Giat Lomba Videografi dan Tumpeng Hias dipandegani oleh adik-adik IPNU IPPNU Kecamatan Turen.

Fatayat NU

Sedangkan Untuk Ibu-ibu muslimat dan Fatayat juga berperan penting dalam mensukseskan rangkaian kegiatan tersebut, khususnya dalam penyediaan kebutuhan logistik.

“Apa yang dilaksanakan oleh MWC NU Turen semata -mata hanya untuk berhidmat melayani umat dan menjalankan amanat Musker MWC NU Turen yang diantaranya adalah mensinergikan semua lembaga dan banom dalam semua kegiatan dan membantu Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Eko. (eko)