Menakjubkan! Tiga Profesor Dalam Satu Keluarga

ist

BACAMALANG.COM – Rasa syukur yang setinggi-tingginya diucapkan Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA, atas apa yang dulu menjadi impian ayahnya. Pasalnya sebanyak tiga orang dalam keluarganya telah berhasil menyandang gelar Profesor.

Ketiga saudara Profesor di Keluarga Tangsil Kulon itu yakni Prof Dr H Moh. Erfan Soebahar MAg yang telah dikokohkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hadits di IAIN Walisongo Semarang (2005), Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA telah dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang llmu Pendidikan Islam di IAIN Jember (2009), serta Prof Dr M. Fadli Soebahar SH MH yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya Malang (2020).

Abdul Halim Soebahar menyampaikan kesan singkat tentang impian ayahnya yang ingin menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya. Sedangkan tiga saudara lainnya adalah Hị. Muhashanah, Siti Halimah (alm) dan Dr KH Zarkasyi Soebahar M PdI.

“Ikhtiar saya luar biasa dalam mewujudkan impian tersebut. Ketika saya masih di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, saya memahami ayah saya menjalankan multi peran: sebagai seorang kiai dan sebagai petani, sebagai pegawai dan sekaligus sebagai guru. Waktu-waktu harian ayah dihabiskan untuk itu”, katanya, Selasa (24/11).

Dia menceritakan, bahwa pada tahun 1976 belum ada seorangpun yang menjadi seorang sarjana di Desa Tangsil Kulon, sedang Moh. Erfan Soebahar sudah kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya.

“Kala itu se-Kecamatan Tenggarang hanya ada seorang yang bergelar sarjana muda (bachelor of arts/BA) yang bermukim di Tenggarang, ayah kemudian bersahabat. Akhirnya saling bersilaturahmi dan berkunjung, ayah bermaksud berguru agar pendidikan anak-anak lancar. Kemudian ayah menjalin silaturahmi yang lebih luas, dengan para tokoh/sarjana Kota/Kabupaten Bondowoso, sehingga membulatkan tekad ada di ayahuntukkelanjutan pendidikan anak-anaknya setinggi mungkin”, bebernya.

Tentunya hal ini memberi pelajaran berharga, seorang ayah yang hanya tamatan klas IV, ingin pendidikan anak-anaknya setinggi mungkin. Dia mengaku tidak tahu bagaimana caranya yang pada akhirnya mencari tahu cara dengan banyak silaturahmi.

Dikatakan, bahwa komitmen ayah untuk kelanjutan pendidikan anak lahir batin terus dilakukan oleh ayah ibu secara istiqamah.

“Oleh karena itu, kisah sukses mencapai jabatan guru besar segera mengingatkan saya pada impian ayah, almarhum KH. Moehammad Soebahar (KH. Bahrul Ulum) sesaat menjelang saya menamatkan S-1 di IAIN Jember”, ucap Abdul Halim Soebahar.

Lebih lanjut Soebahar berharap dengan apa yang ia peroleh saat ini dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Semoga kami bertiga bisa istiqamah mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan”, pungkas Soebahar. (Lis/red)