POTY, Bawa Mahasiwa UB Sabet Medali Emas di Ajang Internasional

IST

BACAMALANG.COM – Tiga orang mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) bersama satu rekannya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhasil mengalahkan 85 tim yang berasal dari India, Kanada, Korea Selatan, Malaysia serta Indonesia dalam ajang Asean Innovative Science Environmental, and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021, Kamis (25/2/2021).

Ajang itu diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association bekerjasama dengan Food Technology Departmen –Institut Pertanian Bogor (IPB), Nutrition Department– Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), Yayasan Prestasi Pendidik Indonesia, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia Malang Raya dan AISEEF Organizing Committee.

AISEEF merupakan kompetisi nasional dan internasional tahunan antar universitas se-Asia dibidang science, lingkungan dan entrepreneurship. AISEFF yang dilaksanakan pada 2021 ini melombakan empat kategori yaitu Enterprenuer, Social Science, Environmental Science, serta Innovation Science.

Dengan mengusung POTY yang merupakan sistem budidaya sayuran hidroponik berbasis IoT (Internet of Thing) untuk menghasilkan produk sayuran organik yang berkualitas, keempat mahasiswa Universitas Brawijaya ini berhasil menjadi juara pertama pada kategori Innovation Science.

Metode POTY meliputi kandungan nutrisi, penambahan sinar UV dan sistem aerasi secara terkontrol melalui smartphone yang dapat digunakan pada greenhouse berbagai ukuran

Moch. Rofiul Qorni, ketua tim mengungkapkan, bahwa Kelebihan teknologi ini mampu mengontrol kebutuhan zat-zat yang dibutuhkan tanaman”, katanya.

Dengan demikian POTY mampu meningkatkan hasil produksi sayuran hidroponik berkualitas tinggi tetapi dengan biaya relatif lebih efisien.

Dikatakan, POTY juga mendapat respon positif ketika diterapkan di daerah Tumpang dan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Alhamdulillah saya senang dengan adanya POTY ini karena sangat membantu saya terjun di usaha hidroponik. Padahal lahan dan pengetahun saya terbatas lho, tetapi berkat POTY hasil sayuran yang kami hasilkan bagus bagus dengan biaya rendah”, beber Rofiul Qorni. (Lis/red)