Berjibaku di Tengah Pandemi, Ini Kendala Yayasan Fatihurrohmah Buring

Foto: Kegiatan belajar mengajar sebelum ada pandemi. (ist)

BACAMALANG.COM – Berjibaku mencetak santri berakhlak mulia dan penghafal Quran di tengah pandemi, namun ironisnya Yayasan Fatihurrohmah Buring Kedungkandang Kota Malang terkendala sarana pendidikan. “Alhamdulillah kami Istiqomah mendidik santri agar akhlakul karimah dan jadi penghafal Quran. Namun Kami terkendala sarana pendidikan,” tutur Ketua Yayasan Fatihurrohmah, Abdul Rochman, Kamis (25/6/2020).

Abdul Rochman menceritakan, Pemerintah Kota Malang diharapkan bisa memberi bantuan sarana pendidikan untuk Yayasan Fatihurrohmah di jalan Mayjen Sungkono Gang VI (Kelinci), Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang kondisinya memprihatinkan. “Hingga saat ini, saya membutuhkan sarana pendidikan seperti karpet, meja dan papan tulis untuk proses belajar mengajar siswa,” ujar Gus Rochman panggilan akrab Abdul Rochman.

Yayasan Fatihurrohmah ini sudah berdiri 9 tahun itu menyediakan TPQ Baburrohmah, Taman Baca Baburrohmah dan Sekolah Kejar Paket A,B,C Baburrohmah yang tujuannya untuk memberikan pengajaran, pendidikan keagamaan dan kemajuan yang bermanfaat bagi anak-anak di daerah itu.

Namun, hingga kini yayasan tersebut bertahan dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, sehingga terpaksa dengan menggunakan dana pribadi sendiri tanpa bantuan siapapun. “Saya berharap ada perhatian serius dari pemerintah Kota Malang membantu yayasan ini. Sehingga pada saat proses belajar mengajar mampu merangsang tumbuh kembang anak,” katanya.

Rochman menambahkan, bagaimana bisa membuat seorang anak mampu tumbuh kembang yang lebih baik apabila di sekitar tempat belajar kurang memadai. Dan ini yang menjadi perhatian serius pihaknya. “Sekitar 41 anak yang ikut belajar di yayasan ini dan saya tidak memungut biaya sama sekali, semua gratis,” ucap Rochman.

Dia mengatakan, sebelumnya Yayasan Fatihurrohmah sudah sering meminta bantuan agar dapat memperbaiki sarana maupun prasarana pada yayasan itu, namun hingga kini tidak kunjung terealisasi. “Sudah sering minta bantuan, belum ada satupun yang terealisasi sampai sekarang,” ungkap Abdul Rochman.

Mencerdaskan Anak Bangsa

Rochman merasa bersyukur meski belum banyak bantuan mengucur, namun ada jurnalis yang ikut membantu donasi rutin bulanan. “Kalau bamtuan dari instansi pemerintah masih belum ada. Alhamdulillah ada donatur rutin dari jurnalis. Lumayan jumlahnya yang penting iklhas, dan semoga berkah,” terang Gus Rochman.

Gus Rochman menuturkan untuk saat ini yang urgen dan mendesak, pihaknya membutuhkan satu unit komputer, dan perbaikan atap rumah tempat mengaji yang harus segera dibongkar. Satu unit komputer tersebut akan dipakai sebagai alat mengirim dan menerima data dari dinas terkait yang sering menjalin urusan administrasi sehari-hari semisal Dinsos dan Diknas.

Rochman mengungkapkan di tengah pandemi Covid–19 dengan kondisi terpuruknya sendi-sendi kehidupan dan perekonomian, dirinya berupaya ikhlas dan sukarela mendidik santri mengharap ridho Illahi.

Ia menuturkan, pihaknya ingin membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa, mengentaskan kebodohan, buta aksara, mencetak generasi berakhlaqul karimah serta meningkatkan mutu SDM dengan cara mengaji dan bersekolah.

“Semoga ada jalan keluar agar semua kebutuhan Kami terkait pendidikan ini tersolusikan. Semoga santri bisa Akhlakul Karimah dan mampu memajukan Indonesia,” pungkas Gus Rochman. (Had/Red)