FTP UB Gelar Konferensi Internasional Agroindustri dan Bioekonomi

Foto: FTP Universitas Brawijaya menggelar Konferensi Internasional Agroindustri dan Bioekonomi virtual, Selada, 25/8/2020. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya melalui Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, kembali mengelar ajang bergengsi konferensi international tahunan yakni International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy, Selasa (25/8).

Ajang pertemuan ilmiah para peneliti dari dalam dan luar negeri ini telah memasuki pelaksanaan tahun keempat. Tahun ini, the 4th ICGAB mengusung tema tentang Emerging Technology and Integrated Information System for Sustainable Agroindustry. Hal ini sesuai dengan tantangan yang dihadapi di era digitalisasi dan menyongsong agroindustry 4.0.

Ketua Penyelenggara ICGAB, Sri Suhartini, Ph. D menerangkan, bahwa penguasaan terhadap teknologi, inovasi dan sistem informasi menjadi sebuah keharusan dan hal yang penting untuk mencapai agroindustry cerdas dan berkelanjutan (smart and sustainable agroindustry).

“Disisi lain, keberlanjutan agroindustry juga menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh industri berbasis hasil pertanian, ataupun juga non hasil pertanian. Dimana, kesimbangan lingkungan harus tetap dijaga pada saat melakukan kegiatan ekonomi ataupun produksi, untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu pemenuhan kebutuhan generasi saat ini tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan generasi di masa datang,” beber Sri Suhartini, Selasa, 28/8/2020.

Dia menilai, hal itu dapat tercapai apabila generasi saat ini bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi penyedia sumber daya saat ini dan masa depan.

Dikatakan, tujuan pelaksanaan ICGAB 2020 ialah sebagai ajang diseminasi dan berbagi pengalaman, hasil penelitian, inovasi teknologi, penelitian dan pengembangan teknologi, serta studi kasus yang relevan dengan agroindustri berkelanjutan. Selain itu, ICGAB diadakan sebagai ajang internasional tahunan oleh FTP adalah bertujuan untuk memberikan sarana kepada para peneliti nasional dan internasional, pembuat keputusan, indsutri, professional serta stakeholder lainnya untuk membangun jaringan kerjasama berbagi ide serta mengembangkan kolaborasi penelitian.

“Adanya ajang ICGAB 2020 ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk dapat berdiskusi dan bertukar pemikirian terkait penerapan teknologi maju dan sistem informasi untuk mencapai green economy di Indonesia melalui penciptaan agroindustri yang berkelanjutan,” kata Sri Suhartini.

Dalam acara the 4th ICGAB 2020 itu mengundang lima orang pembicara yang kompeten dari Australia, Jepang, Malaysia, Philipina, serta dari Universitas Brawijaya Indonesia.

Sri Suhartini mengaku Ada yang spesial dan inovatif dalam pelaksanaan ICGAB 2020, yaitu virtualisasi menggunakan teknologi Sistem Virtual Stage. Ini merupakan salah satu bukti nyata pentingnya inovasi, teknologi dan sistem informasi di era yang serba digital ini.

“Di tambah lagi dengan adanya pandemic COVID-19, media komunikasi daring (online) menjadi pilar utama bagi keberlansgungan kegiatan ekonomi dan pendidikan. Kondisi ini, sebenarnya juga memberikan sebuah pelajaran bagi kita betapa penting dan krussialnya digitalisasi dan integrated information system tersebut bagi kehidupan manusia dan bagi keberlangsungan agroindustri di Indonesia,” terang Suhartini.

Meski dilaksanakan secara virtual dan online menggunakan media zoom, the 4th ICGAB tetap menjadi salah satu pilihan favorit bagi para peneliti untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

“Pada ICGAB 2020, terdapat 226 abstrak yang diterima untuk dipresentasikan, dengan peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Filipina dan Korea Selatan. Sekitar 50 orang peserta non-presenter yang akan mengikuti dan hadir dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

Pada pelaksanaannya, semua presentasi dilakukan menggunakan video PPT atau PPT voice sesuai dengan pembagian jadwal, namun peserta tetap diwajibkan untuk mengikuti kegiatan dari awal hingga penutupan.

Hal yang menarik lainnya dari pelaksanaan ICGAB 2020 ini yaitu adanya presentasi 12 artikel terbaik mahasiswa yang mengikuti ajang kompetisi ilmiah Annual Regional Convention (ARC) yang merupakan hasil kolaborasi antara Malaysian Society of Agriculture and Food Engineers/MSAE dan FTP-UB.

Selain itu, adanya pembukaan asosiasi internasional yaitu International Association of Agro-based Engineering and Technology (IAAET) yang digagas oleh FTP-UB yang bekerjasama dengan beberapa mitra universitas dan lembaga penelitian dari dalam dan luar negeri. (Lis/red)