Kasus Biduan Penipu Berkedok Investasi Terus Bergulir

DW (tengah) didampingi Kuasa Hukum, Didik Lestariyono saat memberikan keterangan kepada wartawan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kasus penipuan berkedok investasi yang dilakukan RM warga Kecamatan Blimbing Kota Malang terus bergulir.

Sudah ada 4 orang yang melaporkan RM kepada aparat berwajib atas apa yang mereka alami. Keempat orang tersebut merupakan rekan seprofesi RM, biduan.

Rinciannya, 3 orang melapor ke Polres Malang. Dan satu orang melapor ke Polresta Malang Kota.

Hari ini, satu dari ketiga orang yang melayangkan laporan ke Polres Malang, datang untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dia adalah DW warga Sumbermanjing Wetan.

Wanita 28 tahun itu menyebutkan, secara keseluruhan, sudah menyerahkan uang Rp 200 juta kepada RM. Sama seperti korban lainnya, DW dijanjikan keutungan yang besar jika ikut investasi. Saat pertama kali menyetor uang, korban memang mendapat keuntungan. Namun setelah itu, hitung-hitungan keuntungan tidak jelas rimbanya.

“Iya temannya juga. Satu profesi. Kenalnya sudah lama, sekitar 5 sampai 6 tahun lalu. Kenalnya pas nyanyi. Bulan Mei lalu dikenalkan proyek ini. Katanya bisnis gula merah. Pertama setor Rp 7 juta, kembali Rp 9 juta. Pernah kembali Rp 50 juta, tapi saya ikutkan lagi. Rp 25 juta juga pernah. Memang inisiatif saya sendiri, karena dijanjikan keuntungan lebih besar,” kata DW, saat ditemui usai dimintai keterangan di Mapolres Malang, Jumat (25/9/2020).

DW baru sadar jika merasa dikibuli RM sekitar bulan Juli lalu. Saat itu, apa yang dijanjikan RM tidak terwujud.

“Iya percaya, karena sudah teman baik. Sama keluarga saya juga dekat. Itu uang dari tabungan saya pribadi,” tuturnya.

Sementara, Kuasa Hukum DW, Didik Lestariyono menjelaskan, sebenarnya ada banyak korban RM yang belum melapor.

“Yang lapor sudah 4 orang. Yang tidak lapor banyak, kurang lebih 10 orang yang belum lapor,” ujar Didik. (mid/yog)