Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Jatim 2 Sita Ratusan Ribu Rokok

Foto: Operasi Penindakan oleh Bea Cukai Jatim 2. (ist)

BACAMALANG.COM – Menekan peredaran rokok ilegal, Bea Cukai Jatim 2 melakukan operasi dan berhasil menyita ratusan ribu rokok ilegal.

“Selain melakukan penindakan, petugas juga tentunya melakukan visiting terhadap pengusaha BKC HT di daerah Ponorogo. Kami juga secara kontinyu melaksanakan operasi pasar, pengumpulan informasi sekaligus koordinasi dengan satuan kerja Kami di beberapa wilayah karena diduga pemasaran rokok ilegal asal Malang mulai merambah ke wilayah tersebut,” ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim 2, Oentarto Wibowo, Rabu (27/11/2020).

Sita 500 Ribu Rokok

Seperti diketahui, sebanyak lebih dari 500 ribu batang rokok ilegal berhasil diamankan petugas Bea Cukai Jatim 2 di tiga daerah yakni Poncokusumo, Kota Malang, dan Blitar.

Penindakan tersebut adalah bagian dari operasi Gempur Rokok Ilegal II yang dilaksanakan sejak tanggal 16 hingga 24 November 2020. Kegiatan ini merupakan operasi yang dilakukan Bea Cukai dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Pada Selasa (17/09), Bea Cukai Jatim 2 melakukan operasi penindakan terhadap tempat produksi BKC HT jenis SKM dan berhasil mengamankan lebih dari 400 ribu batang rokok ilegal sekaligus kendaraan pengangkut barang hasil produksi di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim 2, Oentarto Wibowo, mengungkapkan nilai barang tersebut diperkirakan mencapai Rp 583 juta. Saat ini barang bukti telah dibawa ke kantor Bea Cukai Jatim 2 untuk diperiksa lebih lanjut.

Secara bersamaan, pada periode tersebut Bea Cukai Jatim 2 juga melakukan operasi di beberapa perusahaan jasa titipan di wilayah Malang Raya, Blitar dan Madiun dan berhasil menemukan 72 ribu batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai.

Oentarto juga menyatakan bahwa sepanjang periode operasi Gempur Rokok Ilegal petugas berhasil mengamankan 508.212 batang rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 719 juta serta potensi kerugian negara Rp 232 juta.

Dengan adanya kegiatan Operasi Gempur Rokok Ilegal ini, diharapkan para pelaku bisa mendapatkan efek jera sehingga dapat menurunkan peredaran rokok ilegal secara signifikan. (*/had)