Diserang Pandemi, Jasa Wisata Backpacker Gigih Bertahan

Foto: Teguh Kiswanto bersama rombongan. (ist)

BACAMALANG.COM – Serangan pandemi Covid-19 melumpuhkan sendi-sendi kehidupan. Salah satu sektor usaha yang terpukul parah adalah pariwisata dan bisnis turunannya.

“Alhamdulillah Kami bisa bertahan meski pandemi menyerang. Omset Kami turun sampai 70 %. Namun Kami yakin bisa melampaui ini semua,” tandas pemilik usaha jasa wisata Neo Backpaker, Teguh Kiswanto, Jum’at (25/12/2020) mengawali cerita.

Teguh kiswanto adalah pendiri NEO BACKPACKER salah satu tour and travel yang lebih memanfaatkan angkot sebagai alat transportasi.

Ia bersama teman-teman seprofesi sopir angkot membentuk komunitas ini. “Saat ini Kami melayani wisatawan yang berkunjung ke Malang terutama teman-teman backpacker yang tentunya ongkos lebih murah,” tutur Teguh.

Neo melayani wisata city tour Malang, Batu, Malang Selatan (pantai selatan), ataupun sesuai dengan request wisatawan.

“Kami melayani teman-teman pendaki gunung yang ingin melakukan pendakian gunung ke Semeru, Bromo, Arjuno, Welirang, Panderman, Gunung Buthak dan lainnya, start dari Kota Malang,” tukas Teguh.

Terkait ongkos Teguh mengaku variatif. Untuk ongkos bervariasi. Sebagai contoh untuk Batu City Tour start Rp. 250 ribu sudah include BBM dan driver serta bisa diisi 10 orang.

Untuk pendakian, tergantung dari tujuan gunung. Selain.itu juga melayani untuk kegiatan anak-anak sekolah ataupun mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan outing class dengan ongkos terjangkau.

“Selama pandemi ini Kami bukan hanya mengalami penurunan omset tetapi Kami juga terancam kehilangan pekerjaan. Imbas pandemi ini beberapa tempat wisata ditutup dan wisata gunung juga ditutup, dan Kami kehilangan omset 70 persen,” urai Teguh.

Teguh menjelaskan usaha ini sudah dirilis sejak tahun 2015 dengan melibatkan teman-teman angkot dan para stakeholder pariwisata (hotel, tour guide, jeep Semeru Bromo).

“Dan memang sesuai dengan target marketing Kami adalah wisatawan backpacker maka kendaraan yang Kami siapkan adalah angkot. Agar angkot juga bisa terbantu untuk mendapatkan tambahan penghasilan,” terang Teguh.

Disaat pandemi ini, untuk bertahan juga tetap dengan melakukan promosi dan tetap mematuhi protokol kesehatan sambil mempersiapkan beberapa promosi untuk ke depannya.

“Harapan Kami semoga pandemi ini segera berakhir dan Kami bisa bekerja lagi dengan normal sehingga akan banyak yang terbantu. Terutama teman-teman sopir angkot,” pungkas Teguh.

NEO BACKPACKER, Everyone need adventure. Bagi pembaca yang ingin mengetahui informasi lebih banyak bisa membuka Facebook TEGUH KISWANTO, dan IG @neo_backpacker_malang. (had)