Pengadaan Susu Formula Cair untuk Apa?

Ilustrasi susu Nutricia Nutrinidrink 200 ml (ist)

BACAMALANG.COM – Pada akhir tahun 2020 lalu Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan melakukan pengadaan susu formula cair siap minum senilai Rp 300 juta lebih.

Dilihat dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau LPSE, pengadaan susu formula Nutricia Nutrinidrink kemasan botol 200 mili liter diperuntukkan bagi balita berusia 12 sampai 23 bulan.

Pengadaan susu formula cair sendiri dilakukan dengan sistem tender cepat. Pemenangnya CV Langgeng Perkasa yang beralamat di Jalan Kemirahan IA Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

CV Langgeng Perkasa ditetapkan sebagai pemenang dengan harga penawaran sebesar Rp 303.168.096,-. Adapun nilai pagu pengadaan susu sebesar Rp 303.635.750,-. Pengadaan dilaksanakan akhir November 2020 silam. Pengadaan ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD tahun 2020.

Pengadaan susu formula cair bagi balita ini terbilang hal baru di Kabupaten Malang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pewarta menyebutkan, secara garis besar Nutrinidrink merupakan susu cair tinggi energi untuk mengatur pola makan, pada anak dengan resiko gizi kurang.

Harga eceran susu Nutrinidrink di pasaran cukup variatif. Susu Nutrinidrink 200 ml dibanderol dengan harga antara dari Rp 22 ribu hingga Rp 44 ribu per botol. Cukup mahal memang untuk susu formula yang tidak cukup familiar di masyarakat.

Jika di kalkulasikan dengan harga terendah Rp 22 ribu, ada sekitar 13.780 botol susu Nutrinidrink 200 ml yang bakal didapat dari pengadaan tersebut.

Sedangkan mengacu pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang menurut kelompok umur dan jenis kelamin tahun 2020, ada 568.325 balita dengan rentang usai 10 – 24 bulan.

Meskipun sudah tercatat di dalam LPSE, hingga detik ini, susu formula yang dimaksud juga belum di distribusikan.

Salah satu masyarakat, Ike Valentina, mengaku buah hatinya yang masih berusia 15 bulan tidak mendapatkan susu formula yang dimaksud hingga akhir tahun kemarin.

“Enggak ada. Anak saya usia 15 bulan,” kata warga Kecamatan Gondanglegi itu, Senin (25/1/2021).

Ia pun mengaku belum ada sosialisasi dari instansi terkait. Termasuk dari Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu atau Posyandu.

“Ini gak ada pemberitahuan apa-apa,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menyampaikan, pengadaan susu formula cair diproyeksikan bagi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting. Arbani pun mengakui, susu formula tersebut belum di distribusikan.

“Nanti itu akan dipantau,” ucap Arbani, singkat, ketika ditemui usai menerima kedatangan vaksin Covid-19 di area kantor Dinkes Kabupaten Malang, Senin (25/1/2021) malam.

Menilik data Dinas Kesehatan tahun 2020, ada sekitar 13 ribu balita stunting di Kabupaten Malang. Berarti, pemberian susu formula dari hasil pengadaan tersebut akan dilakukan sekali.

Padahal, semestinya, agar balita mencapai berat badan ideal melalui pemberian susu tersebut harus dilakukan secara berkala. Artinya, tidak cukup sekali pemberian saja. Pemberian susu tersebut juga harus sesuai petunjuk dokter ataupun ahli gizi. (mid/yog)