SMK Miftahul Ulum Pagelaran Terapkan 8 SNP untuk Tingkatkan Kualitas siswa

Foto: Siswa SMK Miftahul Ulum Pagelaran saat di Laboratorium Otomotif. (yon)

BACAMALANG.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Miftahul Ulum Pagelaran menerapkan delapan standart nasional pendidikan dan pendidikan karakter. Hal ini guna meningkatkan lulusannya untuk siap bersaing di dunia kerja

Kepala SMK Miftahul Ulum Pagelaran, Drs. Saifudin Zuhri M.Si menjelaskan, hal ini juga untuk menunjang kegiatan PKKS (Penilaian Kinerja Kepala Sekolah) yang menjadi program pemerintah dalam rangka untuk mengukur kinerja kepala sekolah.

“Tim penilai PKKS dari Pengawas baik SMK atau SMA, semua sekolah di wilayah Kabupaten Malang dilakukan penilaian seperti ini,” ungkapnya, Selasa (26/1/2021).

Kegiatan ini, lanjut dia, sebenarnya sudah berjalan mulai awal Desember 2020 sampai Januari 2021. Namun karena ada masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga jadwalnya diundur sampai Pebruari 2021.

Proses pembelajaran di SMK MU Pagelaran ini, terang dia, memang tetap mengacu pada 8 standar penilaian sesuai aturan yang ada baik dalam hasil penilaiannya masih belum memenuhi bukti fisik dari hasil kinerja.

Standart Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah Indonesia meliputi 8 (delapan) muatan standar, yaitu Standar Isi (SI), mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Standar Proses (SP), pada satuan pendidikan merupakan pelaksanaan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL), untuk pendidikan dasar dan menengah melaksanakan Peraturan Menteri Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SPTK), dimana pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Standar Sarana dan Prasarana (SSP), setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Standar Pengelolaan (SPl), dalam satuan pendidikan dilakukan oleh manajemen memiliki kewenangan untuk mengelola sekolah sedemikian rupa. Standar Pembiayaan (SPb), yang dilakukan dalam manajemen sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan terdiri atas biaya investasi bantuan pendidikan, biaya personal biaya operasional satuan pendidikan.

Standar Penilaian Pendidikan (SPP), yang dilakukan di sekolah dasar mengacu pada sistem penilaian berkelanjutan yang dikembangkan oleh tim jaringan kurikulum. Standar penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar terdiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Standar penilaian pendidikan yang dilakukan di SD dilakukan melalui penilaian tertulis, lisan dan praktek.

Beberapa hasil penerapannya di SMK MU Pagelaran yang diterima peserta didik mulai ketrampilan Spooring Balancing, Produksi Snow Elektronik, Bengkel 0tomotif dan kegiatan Sholawat Banjari sebagai upaya pendidikan karakter.

“Prestasi yang diraih siswa kami adalah sebagai juara satu pencak silat se Malang dan ekstra kurikuler pendukung seperti Pramuka, Akuntansi, Spooring Balancing melayani secara umum. Yang terdekat memperingati hari santri sekaligus launching produk Snow Elektrik,” pungkasnya. (yon)