Kota Malang Siap Bangun Depo Arsip

Foto: Plt Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah Kota Malang, Suwarjana. (wah)

BACAMALANG.COM – Berbicara tentang perpustakaan di sekitar kita, identik dengan koleksi buku, taman baca dan pasti ada yang namanya arsip. Penyimpanan arsip ini seperti harta yang berharga. Namun, Kota Malang sendiri belum memiliki Depo Arsip sendiri.

Menurut Plt Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan Daerah Kota Malang, Suwarjana, Depo Arsip sangat penting ibarat roh atau nyawa bagi kehidupan perpustakaan.

“Program tahun 2022 pembangunan Depo Arsip. Karena (nyuwun sewu) arsip ini ibaratnya roh kita, kehidupan kita itu arsip, makanya di 2021 ini kami buat DED-nya, di tahun 2022 akan membangun Depo Arsip, itu yang InshaAllah itu mendukung semuanya,” jelasnya.

Sebagai kelanjutannya, Suwarjana akan melakukan backup arsip secara digital pada tahun 2022, dan memiliki bentuk digital dan hardcopy. Sejalan dengan hal tersebut, Sutiaji juga menegaskan bahwa pengarsipan ini masih menjadi tugas yang sulit, sehingga ia berharap dapat tertata dengan rapi. “Arsip masih PR besar, banyak kemarin aset-aset yang ada di serobot orang lain, karena tentang ke arsipan perlu di tata,” terangnya.

Suwarjana juga berencana membangun Depo Arsip ini di kawasan Islamic Center pada tahun 2022, dengan bangunan yang memenuhi standar bencana dan perlindungan arsip yang baik. Tak hanya itu, Suwarjana juga berharap kepada masyarakat yang memiliki arsip untuk dapat diberikan kepadanya, agar dapat disimpan, dicatat, dan dirawat. Menjaga keadaan arsip supaya tidak mudah rusak.

“Untuk arsip-arsip yang kira-kira mereka tidak dibutuhkan setiap saat dalam arti tidak sering dibutuhkan, tolong titipkan ke kami, simpan ke kami, biar apa? Nanti kalau panjenengan minta, ada catatannya, pencariannya cepat, pengamanannya juga bagus, jauh dari serangga, jauh dari bencana-bencana yang lain,” paparnya.

Tidak berhenti disitu, Suwarjana juga akan menciptakan program guna meningkatkan budaya baca di kota malang. Program tersebut dilakukan pada tahun ini, berkolaborasi dengan kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Malang.

“Kita bekerja sama dengan kelurahan mulai tahun ini, kita melakukan mou dengan kelurahan, semua kelurahan tak kasih perpustakaan, bukan perpustakaan keliling, tapi kami pinjami rak, kami pinjami buku, bukunya juga tidak sedikit, bukunya ada 300 judul setiap kelurahan, dan itu kami antar dan kami ambil. Saya tidak akan merepotkan kelurahan, kelurahan hanya menyiapkan tempat dan satu personil,” jelasnya.

Selain itu, staf perpustakaan juga akan didampingi dan dibina agar dapat mengelola bahan bacaan perpustakaan kelurahan, perpustakaan akan berpindah tempat dari kelurahan ke kelurahan lainnya di setiap satu atau dua bulan. Hal tersebut juga sama dilakukan untuk sekolah-sekolah di Kota Malang dengan memberikan buku bacaan serta raknya.

“Di sekolah pun juga gitu jadi nanti tidak ada kami mobil keliling, jadi sudah saya tanam buku disana sama raknya, dan nanti mobil-mobil keliling itu kami pakai untuk yang seperti tempat-tempat keramaian,” tandasnya. (wah)