Upaya Penguatan Smart City, Ini yang Akan Dilakukan Diskominfo Kota Malang

Foto: Erik Setyo Santoso menjelaskan terkait rencana kerja Diskominfo. (wahyu)

BACAMALANG.COM – Perkembangan zaman dan teknologi sangat mempengaruhi masyarakat yang semuanya harus serba digital. Perubahan ini juga menginspirasi keadaan kota-kota di Indonesia untuk menciptakan smart city yang digital, cepat, dan nyaman dari segi data dan informasi. Termasuk kota Malang, pemerintahnya akan mengembangkan kota tersebut menjadi smart city.

Menurut Kepala Disnaker PM-PTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso, Smart city mengikuti perkembangan teknologi dan digitalosasi, mengintegrasikan semua data-data serta transparansi yang dapat dijangkau satu sama lain.

“Program smart city itu pada dasarnya dua hal utama, yaitu satu sistem pemerintahan kita mau berbasis elektronik gitu ya E-gov atau Sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) ini kemudian kita prioritaskan sehingga data data di semua perangkat daerah itu terintegrasi jadi satu, aplikasi aplikasi itu tidak stand alone di masing-masing daerah tetapi aplikasi aplikasi antar perangkat daerah itu semuanya bisa saling terkomunikasi. Data itu bisa terintegrasi,” jelas Setyo Santoso.

Senada dengan Pak Erik, Walikota Malang Sutiaji mengatakan bahwa transparansi data akan terintegrasi dengan semua orang. Selain itu, Sutijai sangat mendorong Kota Malang menjadi kota pintar.

“Smart city itu tersentranya data jadi satu, yang kedua akan membangun satu transparansi, yang saya ambil dari smart city ini adalah smart govermentnya, itu nanti masuk pada smart-smart yang lain, smart living, smart information, dan yang kita kuatkan sekarang yaitu smart economy karena pasar kita sudah pasar global, jadi umkm harus bisa menjangkau sana” jelasnya.

Mengenai smart city ini tidak ada garis finishnya. Smart city terus berkembang dan berubah. Hal ini membutuhkan pembangunan kota harus cepat. Perubahan tersebut membuat kota dan masyarakatnya cepat dalam beradaptasi. Peran pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dan berkolaborasi yang membuat yang membuat smart city terealisasi.

“Kalau smartcity atau E-gov atau smart citizen engga pernah ada kata final, dari waktu ke waktu itu harus selalu beradaptasi dengan perkembangan, coba contoh seperti teknologi yanh kita pakai saja, pasti ada perkembangan terus dari masa ke masa, jadi namanya smart city itu tidak akan pernah ada kata final, akan selalu perkembang seiring perjalanan waktu,” jelas Erik Santoso.

Selanjutnya, ada kabar menarik dari diskominfo sebagai salah satu program yang beradaptasi dari smart city yakni diadakan progam pelatihan Youtuber dan Influencer.

Erik Santoso memunculkan ide Pelatihan youtuber dan influencer, berasal dari perkembangan jaman, dapat terlihat terbuka peluang pekerjaan sektor baru akibat perkembangan teknologi informasi ini. Dalam pelatihan ini meliputi pemahaman media sosial dan pemahaman youtuber.

“Pelatihan youtuber dan influencer akan direalisasikan, kalau itu malah rencana kita tahun ini, jadi itu sudah masuk dalam anggaran. Sudah masuk di anggaran tahun 2021.  Kalau anggaran kita yang teralokasi 150 juta untuk pelatihan tersebut di tahun 2021 ini,” terangnya.

Dalam pelatihan dibagi menjado dua tahap pelatihan dengan sistem gelombang-gelombang. Dalam pelatihan ini, peserta juga akan dilatih untuk memahami cara mengoperasikan dan memahami teknologi media sosial.

“Iya betul, Jadi kita akan kita latih hingga teknis operasionalnya, walaupun hal itu juga tergantung subjek individu dalam menggali kreativitasnya gitu, contoh seperti pelatihan seni tidak mungkin dalam satu kali pelatihan orang tersebut memiliki kualitas yang sama, terkadang ada yang kaku, ada yang berbakat, kalau itu sudah passion masing-masing individu,” tandasnya. (wah)