Pasca PSBB, Ada 4 Langkah Kebijakan Pemkot Malang

Foto: Koordinasi Pemkot Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Malang diwacanakan hanya berlangsung selama 14 hari saja. Selanjutnya, Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan empat langkah kebijakan.

Hal ini disampaikan saat Pemkot Malang menggelar Halal bi halal virtual menandai hari pertama kerja pasca libur Idul Fitri 1441 H.

Berlokasi di Ngalam Command Centre (NCC), Walikota Malang Sutiaji, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko didampingi Sekkota Wasto dan Staf Ahli serta Asisten terhubung secara virtual dengan perangkat daerah di masing masing kantor.

Sutiaji menegaskan kembali, bahwa masalah pandemi Covid–19 bukan masalah sektoral.

Hal ini berarti semua perangkat daerah terlibat semuanya. Ia minta saling mengisi dan menguatkan, termasuk memahami atas anggaran anggaran yang terfocusing dan terealokasi.

Sutiaji menuturkan masa henti atau jeda pandemi masih belum diketahui. Namun Kota Malang mengambil sikap cukup satu putaran saja PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sutiaji merasa optimis yang sembuh semakin banyak, PDP sehat juga terus bertambah. Ini jadi pertimbangan PSBB cukup sekali.

“Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, dimana spirit dan roh yang akan Kita bangun adalah beradaptasi pada kondisi masa Covid-19. Akan Kita susun protokolnya,,” tutur Sutiaji.

Pria penghobby olah raga bulu tangkis tersebut, mengungkapkan ada 4 (empat) langkah kebijakan Pemkot Malang pasca PSBB, yakni (1) menyiapkan the new normal life (penyusunan SOP hidup sehat dan protokol Covid–19 pasca PSBB), (2) menyiapkan RSUD sebagai RS darurat dan rumah isolasi untuk PDP ringan di jl. Kawi, (3) Pemantauan penyakit kronis (data prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan), dan (4) Paket kebijakan stimulus ekonomi (merumuskan kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat).

“Untuk menopangnya, Kita juga akan kembangkan 5 (lima) strategi percepatan, yang meliputi :

  1. Malber (Malang berbagi), penguatan pentha helix selama masa covid 19
  2. Maldis (Malang digital service), mendorong layanan berbasis on line dan mengurangi potensi berkumpul
  3. Malherb (Malang Herbal), pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat
  4. Malpro (Malang Beli Produk Lokal), mendorong penguatan ekonomi dan UMKM Lokal
  5. Malba (Malang Bahagia), kampanye digital gaya hidup sehat dan memfasilitasi program hiburan lokal serta penyediaan layanan psikologi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menjelaskan pihaknya berterima kasih dengan kekompakan seluruh jajaran ASN Pemkot Malang mentaati aturan tidak mudik.

“Kita semua tidak bisa mudik dan tidak bisa bertemu langsung dengan sanak family. Itu semua bentuk komitmen segenap pejabat beserta ASN Pemkot Malang untuk stay at home. Untuk itu semua saya sampaikan terima kasih, “tutur Bung Edi

Ditambahkan oleh alumni Unmer Malang tersebut, kondisi saat ini tidak diharapkan oleh semua fihak. “Dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kita sudah on the track dan sudah pada kondisi speed tinggi. Namun pandemi Covid–19, mengharuskan proses itu perlu penyesuaian-penyesuaian,” pungkas Sofyan Edi. (hum/had)