Kepala MTsN 6 Malang Sebut Covid-19 Tak Selalu Berdampak Negatif

Kepala MTsN 6 Malang, Sutirjo saat memberikan keterangan kepada wartawan (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 ternyata tidak selalu membawa hal negatif. Ada beberapa hal positif yang muncul selama pandemi ini.

Setidaknya itu yang diungkapkan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri atau MTsN 6 Malang, Sutirjo.

“Anak-anak di rumah harus belajar dari sumber yang ada di rumah itu, mereka diajarkan untuk kreatif. Apa itu menanam atau membuat masker. Kegiatan itu di dokumentasikan lewat foto dan video, ini membuktikan selama pandemi. Ini ada kreativitas yang muncul. Itu menyeruak sehingga bagaimana anak ini gerak, sehat dan senang,” kata Sutirjo, saat ditemui di MTsN 6 Malang, Jumat (26/6/2020).

Sutirjo menambahkan, pada masa pandemi ini, yang harus diutamakan adalah keselamatan jiwa anak didiknya agar saat menjalani aktivitas belajar dirumah, mereka tidak merasa bosan dan tertekan.

“Selama ini kan kita tidak pernah mengenakan tagihan nilai, capaian tidak ada, tapi kurikulum tetap kita ajarkan melalui e-learning. Selalu kita awasi. Kan diutamakan keselamatan jiwa dulu, agar setelah itu sehat. Pendidikan yang sebenarnya adalah ketika anak-anak itu survive. Kalau banyak hafalan konsep tapi tidak sehat kan percuma,” terangnya.

Lebih jauh, Sutirjo menyebut, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari pandemi ini. Menurutnya, hal-hal tidak terpikirkan sebelumnya bisa tercetus saat pandemi Covid-19 itu.

“Alhamdulillah, ada banyak yang sifatnya tidak terpikirkan oleh orang lain yang tidak terduga, disini ada hikmahnya. Kalau saya sebagai kepala sekolah, tidak pernah berhenti berpikir tentang pendidikan. Harus ada kreasi dan inisiasi yang cepat, tanggap daj terukur. Suplemen yang utama itu disiplin,” ungkapnya.

Terakhir, kata Sutirjo, selama masih menjalani pembelajaran dari rumah, anak didiknya diharapkan untuk tidak berhenti memunculkan kreativitas serta inovasi.

“Saat ini kepedulian itu penting. Luar biasa banyak pelajaran yang didapat. Covid sebenarnya pemicu, tapi kondisi lingkungan yang memaksa kita adaptasi, survive,” tukasnya. (mid/yog)