Makmurkan Warga, Wisata Warung Warna Sumberjenon Tajinan Dilaunching

Foto: Peresmian Wisata Warung Warna oleh Camat Tajinan dan Kades Gunungronggo. (yog)

BACAMALANG.COM – Meskipun pandemi belum surut, namun ketekunan dan kegigihan warga Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang layak mendapat apresiasi dan dukungan.

Betapa tidak, saat ini berkat sinergi dan keuletan Bumdesa Lumbung Argo Tirto dan support dari pemerintah dapat melaunching Wisata Warung Warna (3W) di pemandian Sumber Jenon yang diharapkan mampu memberdayakan dan memakmurkan warga.

“Alhamdulillah hari ini Kita melaunching Wisata Warung Warna (3W) di pemandian Sumber Jenon yang diharapkan mampu memakmurkan warga,” tandas Kades Gunungronggo, Asmuri, Sabtu (26/9/2020).

Launching dipenuhi dengan suasana guyub rukun dan kegiatan berlangsung sukses.

Beberapa undangan hadir meliputi Kades, BPD, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPMD, tokoh masyarakat, pendamping desa, team medis Ronggo Husodo, tim penggerak PKK, d Kross, lembaga adat, Pokdarwis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Foto: Kades Gunungronggo, Asmuri. (yog)

Dana Murni dari Warga

Kebersamaan dan kekompakan warga patut diacungi jempol karena mampu mengumpulkan dana untuk investasi pembukaan wisata yang eksotik ini.

Jumlah dana sebesar Rp 75 juta dipergunakan untuk pembangunan wisata ini tanpa melibatkan investor dari luar desa.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada warga disini yang mau diajak bekerja sama dengan Bumdesa Lumbung Argo Tirto untuk membuat stand warung yang menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 75 juta,” papar Asmuri.

Warga Makmur

Asmuri berharap ke depan supaya nanti warga merasakan kemakmuran dengan berjualan disini. Semua pengunjung bisa menikmati makanan dan oleh-oleh khas asli Gunungronggo.

“Semoga wisata ini semakin maju. Kalau sudah ramai, nanti akan diperluas ke arah Barat,” tutur Asmuri.

Asmuri menjelaskan, sistem yang dikembangkan oleh Bumdesa 45 persen untuk penanam modal dan 55 persen untuk Bumdesa dan warga menyewa stand warung Rp 300 ribu per bulan.

“Doakan wisata terus maju. Nanti ada pengembangan sebelah timur dibuatkan wahana permainan juga dana dari masyarakat,” pungkas Asmuri.

Foto: Tokoh masyarakat, Ade d’Kross (kiri) dan dr Fauzi PhD (tengah) saat berkunjung ke Sumberjenon.

Ikan Sengkaring dan Legenda Rantung Grati

Sumber Jenon merupakan sumber mata air alami yang berbentuk kolam dengan warna air yang biru kehijau-hijauan bersuasana asri dan sejuk. Kolam berkedalaman sekitar 6,5 meter dengan panjang sekitar 50 m dan lebar 30 meter.

Di dalam kolam ada ikan Sengkaring berusia ratusan tahun berwarna hitam polos yang berjumlah 37 ekor berukuran 50 cm untuk anakan dan 170 cm untuk indukan ikan.

Air dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit, salah satunya penyakit kulit.

Ada sebuah legenda yang melekat mengenai asal-muasal nama Jenon. Berdasarkan cerita warga, asal muasal berawal dari kisah pasangan suami istri Rantung Grati dan Irogat berasal dari Mataram dan mengungsi karena perang.

Rantung Grati dan Irogat hidup dengan bercocok tanam. Hingga suatu saat kemarau melanda dan mereka kekurangan air untuk bercocok tanam sehingga tanaman mereka menjadi mati semua.

Selanjutnya Rantung Grati bertapa di Gunung Harimau tepatnya di bawah pohon Jenu. Saat bertapa akhirnya muncul angin kencang yang menyebabkan pohon Jenu tumbang dan memunculkan sumber air yang mengalir deras, karena saking derasnya, maka mata air tersebut membentuk genangan air besar yang kini dikenal dengan nama Jenon. (had/red)