Berawal Jualan Kelereng, Kini Bisnis Fahmi Makin Mentereng

Foto: Fahmi (baju merah) bersama komunitas santripreneur. (ist)

BACAMALANG.COM – Berawal dari berjualan kelereng, kini bisnis Muhaqqy Fahmi Al Haq semakin mentereng. Yah, Fahmi kini sukses menggeluti beragam bisnis mulai dari fashion hingga bisnis jasa sopir harian.

“Sebenarnya sudah bisnis sejak SD sih. Waktu itu jualan kelereng dan juga membuka pesanan kartu nama tapi fotonya menggunakan karakter Anime Naruto,” tandas pebisnis milleneal Malang Raya, Muhaqqy Fahmi Al Haq memulai cerita.

Jalankan SOFISHTAY

Fahmi menuturkan dirinya menekuni bisnis secara fokus, mulai tahun 2016. Yaitu bisnis kuliner : Sate Lok – Lok dengan nama “Sofishtay”.

“Tahun 2016 saya jualan Sofishtay yang artinya sosis-fish-satay. Yaitu sate dengan kombinasi sosis dan ikan (fish),” terang Fahmi.

Modal Rp 1 juta

Fahmi menuturkan dirinya tidak ingat jumlah modal awal saat menjalani bisnis. ” Modal awal berbisnis saya tidak ingat betul berapa nominalnya. Seingat saya tidak sampai satu juta rupiah. Karena ya waktu itu sambil ngalir aja,” papar Fahmi.

Fahmi menjelaskan, bisnis kuliner yang dijalani adalah usaha milik orangtuanya.

“Pertama kali bisnis di bidang jualan (selling). On Demand sihh. Kalau ada permintaan baru saya layani. Sudah saya terapkan sejak SD. Dahulu ya kuliner, produknya orangtua. Lalu mainan : Kelereng, percetakan kartu nama dan lainnya,” urai Fahmi.

Sesuai Trend

Fahmi mengungkapkan dirinya menjalani bisnis sesuai Trend yang berkembang saat itu.

“Saya memilih bisnis di bidang itu. Karena prinsip saya dulu apa yang sedang ngetrend ya saya jajaki. Dan ketika test case pertama berjalan baik, biasanya akan saya lanjutkan,” tukas Fahmi.

Aneka Bisnis

Sekarang bisnis yang ditekuni Fahmi ada bermacam-macam. Yaitu meliputi Digital Marketing Training Center, Griya Mint Malang (Support Marketing), Jaket Polos Ngalam, Jasa Sopir Harian Malang, Pusat perlengkapan kecantikan organik (IG : Fammis.id).

Fahmi menceritakan, dirinya belajar berbisnis dari orang tua dan nenek. Juga belajar dari para pengusaha di sekitar.

“Saya belajar dari cara ayah dan nenek menjalankan bisnis sehari-hari. Dan di Malang ada Coach Fahmi dan Pak Agus Piranhamas. Dan banyak master coach lainnya, yang saya serap Ilmunya. Juga saya dulu mondok di Pesantren Mahasiswa Creativepreneur ‘Amily dibawah asuhan Ust. Nuril Asyhuri,” tegas Fahmi.

Suka Menolong

Fahmi menilai ilmu marketing adalah ilmu seumur hidup jadi perlu dipelajari hingga akhir hayat.

“Menurut saya ilmu bisnis, tepatnya ilmu marketing adalah ilmu seumur hidup jadi ya perlu dipelajari sampai mati. Saya suka menolong orang mas. Kita dengan menolong orang, semakin besar pula harapan dan manfaat yang dirasakan setiap orang yang terlibat di proses bisnis Kita,” urai Fahmi.

Sinergi Positif

Fahmi menjelaskan dirinya menjalankan bisnis dengan menggandeng pihak lain.

“Saya tidak bisa jalani bisnis sendirian. Bersama supplier dan juga para seller tentunya ya untuk menunjang produksi dan distribusi barang. Dengan dunia vokasi juga ya. Karena di kantor saya banyak disupport anak siswa magang SMK. Bahkan saat ini ada 15 anak magang bersama saya,” imbuh Fahmi.

Berkiprah Saat Pandemi

Fahmi merasa prihatin saat pandemi karena banyak bisnis temannya terkena dampaknya.

“Saya merasa prihatin karena banyak bisnis teman-teman yang terkena dampaknya. Kami tetap bergerak dan berupaya menyebarkan banyak solusi di tengah pandemi. Kita harus membuka pikiran. Harus open mind. Dibalik masalah pasti ada hikmah. Dibalik pandemi pasti ada berkah. Disitulah naluri dan ketahanan bisnis Kita diuji,” tukas Fahmi.

Melonjak Saat Pandemi

Fahmi bersyukur, bisnis digital yang ia geluti mengalami peningkatan omset saat pandemi.

“Alhamdulillah pengaruhnya luar biasa. Justru meningkatkan penghasilan.. Karena bisnis saya yang sekarang bergerak di bidang digital. Jadinya penggunanya membludak jadi makin ramai,” jelas Fahmi.

Fahmi menguraikan, kiat eksis bisnis saat pandemi adalah jangan melihat masalahnya, tapi sebaiknya berupaya menemukan solusinya.

“Kiat eksis pandemi? Jangan lihat masalahnya. Tapi temukan solusinya. Ada lebih banyak peluang. Kita hanya perlu membuka mata dan membuka pikiran,” tutur Fahmi mengakhiri. (had)