Dosen FTP UB Lakukan Pemodelan Matematika Covid-19

ist

BACAMALANG.COM – Tim dosen dari Program Studi Teknologi Bioproses Fakultas Teknologi Pertanian (PS TBP FTP Universitas Brawijaya melakukan serangkaian kegiatan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

Ketua tim, Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, menerangkan, bahwa kegiatan pertama yaitu melakukan penelitian mandiri dengan menggunakan pemodelan matematika sederhana Susceptible Infectious Recovery (SIR) dengan data resmi pemerintah Indonesia yang diperbaharui setiap hari.

Penelitian dengan pemodelan matematika ini dapat memberi informasi tentang pentingnya pengaruh kepatuhan terhadap himbauan pemerintah terhadap jangka waktu berakhirnya pandemi.

“Diharapkan diseminasi hasil simulasi berdasar pemodelan matematika pada lingkungan masyarakat akan mendukung program pemerintah untuk mempercepat memutus rantai penularan virus”, katanya, Senin (26/10/2020).

Susceptible(S) dalam pemodelan SIR merupakan individu yang tidak terinfeksi tetapi dapat tertular oleh penyakit, sehingga golongan ini memiliki kemungkinan untuk terinfeksi dan berpindah ke kelas infectious (I).

“Infectious (I) merupakan individu yang dapat menularkan penyakit pada individu susceptible”, ucap Bambang Dwi Argo.

Bambang menambahkan, waktu yang diperlukan oleh penderita infeksi penyakit disebut periode penyakit. Setelah melalui periode penyakit, maka individu akan sembuh dan berpindah ke kelas recovery (R). Recovery (R) merupakan individu yang telah sembuh dari penyakit atau kebal dalam kehidupannya.

Dalam diseminasi pemodelan ini dilakukan sosialisasi upaya peningkatan kesadaran untuk mematuhi himbauan kesehatan dengan mengusung tema “The Rasulullah Principles on Pandemics” yang juga membahas peningkatan imunitas tubuh sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Protokol Covid dan program pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dalam menyikapi pandemi Covid-19.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa terdapat delapan prinsip Rasulullah dalam menghadapi pandemi antaralain dengan karantina, isolasi dan menjaga jarak, tracing penularan, menjaga seoptimal mungkin dari penularan serta berobat jika sakit.

Tim dosen juga tidak hanya memberikan sosialisasi berupa materi kepada warga desa Landungsari. Tim TBP juga menyalurkan sembako, face shield dan masker kepada warga setempat terutama yang tidak mampu. (Lis/red)