Drop Kala Pandemi, Bisnis Guest House Bangkit Lagi

Foto: Kastamer keluarga doninasi guest house. (ist)

BACAMALANG.COM – Seiring semakin tingginya trend lifestyle bertravelling dan berwisata, menjadikan bisnis Guest House Syariah (GHS) di Malang Raya, semakin menjamur dan moncer.

“Alhamdulillah bisnis Guest House Syariah ini jika dikelola dengan tekun bisa mendatangkan omset besar,” tandas pengelola GHS yang berada di
Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sandi Haryono, Senin (26/10/2020).

Prospek Bagus

Sandi menceritakan, bisnis ini digeluti mulai tahun 2018, dan prospek bisnis sangat bagus, mengingat Malang adalah kota pelajar sehingga semakin banyak mahasiswa di Kota Malang.

“Prospek bisnis sangat bagus, mengingat Malang adalah kota pelajar sehingga semakin banyak mahasiswa di Kota Malang. Juga didukung banyaknya destinasi tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota Malang,” ungkap Sandi.

Banyak daya dukung

Terkait faktor pendukung pasar bisnis GHS, Sandi menjelaskan, didukung adanya banyak tempat wisata, kampus, pabrik atau gudang distributor yang sebagian besar karyawannya berasal dari luar kota Malang.

Sehubungan gambaran fasilitas GHS di Malang Raya, Sandi mengungkapkan, sangat bervariatif dari segi pelayanan, fasilitas, hingga harga, sehingga menyajikan banyak pilihan dan alternatif bagi para customer.

Kompetisi Kota Malang dan Batu

Sandi menampik jika dikatakan menjalankan GHS di Kota Malang kurang prospektif (juga terlambat) dibandingkan Kota Batu.

“Oh tidak, karena di kota Malang sendiri juga banyak destinasi tempat wisata yang dikunjungi oleh wisatawan dari luar Kota Malang,” tukas Sandi.

Tarif Bersaing

Sandi menjelaskan, soal tarif GHS di Kota Malang masih terjangkau.

“Tarif GHS di Kota Malang, masih terjangkau. Dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan masih sangat terjangkau,” urai Sandi.

Secara khusus Sandi mengungkapkan, GHS yang ia kelola mempunyai berbagai fasilitas dan keunggulan.

“Fasilitas yang diberikan tidak seperti GHS kebanyakan di Malang. Fasilitas yang berbeda dari GHS yang lainnya, adalah kolam renang, dan pelayanan standart hotel berbintang,” tukas Sandi.

Omset dan Ekspansi

Sandi mengungkapkan, pihaknya membidik semua segmen pasar. “Saya senang karena kastamer disini berasal dari beragam segmen. Mulai dari karyawan, mahasiswa, pasutri, hingga rombongan keluarga dari luar kota Malang,” papar Sandi.

Dalam sebulan, omset yang diperoleh lumayan besar yaitu Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.

“Saat marak PSBB lalu omset sempat terjun bebas sampai 50 %. Namun kini berangsur membaik,” ucap Sandi.

Sandi berharap ke depan usaha yang dikelola semakin maju dan bisa membuka di luar Malang Raya.

“Harapan saya GHS ini semakin berkembang dan bisa membuka cabang di luar Malang Raya,’ imbuh Sandi. (had)