FSI Makin Mengasyikkan, Donatur Anonim LN Bertambah

Foto: Shella dan Tika, Founder FSI. (ist)

BACAMALANG.COM – Gerakan sedekah makanan (FSI) atau food sharing Indonesia, mengalami fase dinamika yang bertambah mengasyikkan.

Betapa tidak, selain jumlah donatur bertambah, jumlah partisipan lainnya meningkat, ditambah dengan adanya perluasan kegiatan berdonasi.

“Alhamdulillah gerakan FSI tambah asyik Mas. Bukan hanya jumlah donatur dan partisipan bertambah, namun juga kegiatan donasi juga semakin melebar jenisnya. Bahkan donatur Anonim (tidak bersedia namanya diketahui) dari luar negeri (LN) bertambah,” tutur Founder FSI Dian Ayu Antika Hapsari, Senin (26/10/2020).

Ekonomi Membaik Pasca Puncak Pandemi

Tika menuturkan, dirinya merasa bersyukur bisa blusukan untuk mendistribusikan makanan kepada warga di berbagai lokasi yang telah ditentukan.

Terkait ekonomi kala pandemi, Tika menjelaskan, dirinya menerima banyak masukan setelah ngobrol dan berinteraksi dengan ojol, tukang becak dan sopir angkot.

“Sekarang ekonomi sudah mulai bangkit walau ga seperti dulu. Para abang ojol yang pernah Kami kasih makanan, sopir angkot dan tukang becak sambat sepi. Tapi alhamdulilah, sekarang sudah mulai membaik,” papar perempuan alumnus UB tersebut.

Spirit Berdonasi Melonjak

Soal spirit berdonasi dari donatur, Tika mengungkapkan, hingga kini semakin besar.

“Alhamdulillah cukup besar dan sangat besar. Bahkan donatur dari Aussie (Australia) yang tidak mau disebutkan namanya rutin donasi seminggu sekali. Tidak cuman itu tetangga saya juga donasi tiap minggu berupa makanan jadi. Yang diberi kelonggaran rejeki tergeak untuk menolong yang lain,” jelas Tika.

Donatur Baru Bermunculan

Berdasar data pengadministrasian donatur, Tika mencatat bermunculannya donatur baru.

“Antusiasme alhamdulillah luar biasa, muncul nama baru. Walaupun sebatas teman sendiri alhamdulillah semakin banyak yang percaya. Semoga Kami semakin amanah dan mendatangkan banyak manfaat,” urai Tika.

Istiqamah Jaga Amanah

Bukan hanya donatur Malang Raya dan dalam negeri saja yang tergerak hatinya untuk berbagi, namun gaung FSI ternyata mampu menarik hati donatur di luar Indonesia.

“Saya senang. Wow effect dari Gerakan FSI sampai terasa di mancanegara. Donatur dari luar negeri juga mashaAllah mereka antusias dan jumlahnya besar. ini automaticly jadi kewajiban Kami untuk menjaga amanah mereka menyalurkan donasi sesuai dengan harapan dan akad,” imbuh Tika.

Lebarkan Sayap Kegiatan

FSI ingin melebarkan sayap dalam hal memberikan kegiatan pemberdayaan kepada warga.

“Karena Kami ingin tidak hanya memberi para penerima donasi ikan, tapi juga kail dengan cara pemberdayaan. Jadi nanti mereka tetap bisa bertahan dengan bekal ilmu yang Kami berikan. Dengan kata lain, memandirikan para penerima manfaat,” tukas Tika.

Berharap Asa Tercapai

Tika berharap agar FSI bisa memberikan makanan kepada seluruh rakyat di Indonesia yang kurang mampu.

“Harapannya semoga semakin berkembang, mendatangkan keberkahan bagi banyak orang. Tetap amanah dan diberi kelancaran dan kemudahan Allah. Kenapa dinamakan Food Sharing Indonesia, karena Kami ingin FSI mampu mengenyangkan orang di seluruh Indonesia. Manfaatnya gak hanya di Malang tapi di seluruh Indonesia bahkan pelosok,” tutup Tika. (had)