Dinilai Berhianat, PDIP Pecat Sujud Pribadi

Mantan Bupati Malang sekaligus politikus senior PDIP Kabupaten Malang, Sujud Pribadi (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sudah mengambil keputusan untuk memecat salah satu kadernya, Sujud Pribadi.

Sujud dinilai telah berkhianat kepada partai berlambang banteng sekaligus sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.

Seperti diketahui, Sujud yang juga mantan Bupati Malang, pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang 2020 memilih untuk mendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono atau LADUB yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa.

Padahal partainya, PDIP, mengusung pasangan calon HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI. Keputusan yang diambil Sujud ini kemudian membuat orang-orang PDIP, utamanya di DPC Kabupaten Malang geram.

Dalam keterangan siaran pers yang diterima bacamalang.com, Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristyanto menyampaikan, pemecatan Sujud sebagai kader PDIP sudah disetujui.

“DPP PDI Perjuangan sudah menerima hasil keputusan rapat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang terhadap mantan Bupati Malang Sujud Pribadi yang melakukan pengkhianatan atas keputusan Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah mengusung Sanusi dan Didik Gatot Subroto dalam Pilkada Bupati Malang 2020. Keputusan pemecatan Sujud Pribadi tersebut juga sudah disetujui dan diteruskan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur kepada DPP PDI Perjuangan di Jakarta,” jelas Hasto.

“Salah satu alasan yang disampaikan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang adalah karena Sujud Pribadi telah mengkhianatai keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusung SANDI dalam Pilkada Kabupaten Malang dan hal tersebut melanggar AD/ART Partai serta Peraturan Partai lainnya,” lanjutnya.

Terpisah, Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Sujud.

“Harusnya secara moral politik, Sujud bertanggung jawab untuk mengembalikan lagi jabatan Bupati Malang kepada kader PDI Perjuangan bukan malah mendukung pasangan calon lain. Selama ini saya menghormati Sujud Pribadi sebagai kader senior yang ideologis. Tetapi sayangnya sikap sebagai seorang kader yang ideologis tersebut tidak berbanding lurus dengan kesetiaannya kepada perjuangan partai dan juga kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri,” tutur Basarah. (mid/yog)