Festival Budaya Agraris, Melestarikan Pertanian Sebagai Identitas Bangsa

Foto: Sanggar Ngalam Bekso yang menyuguhkan tari Arak Manten Tebu dalam pameran Budaya Agraris di hotel Tugu Malang, Kamis (26/11/2020). (ned)

BACAMALANG.COM – Seni Budaya dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Bukan hanya dari jenisnya, namun secara geografis. Seperti yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ( Disbudpar) Timur dengan kegiatan Festival Budaya Agraris.

“Festival ini adalah upaya pelestarian budaya Jawa Timur bagian tengah yang tidak punya kawasan pantai,” terang Kasi Pelestarian Tradisi Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Hari Tunariono, S.Sos, MH, di sela pameran Budaya Agraris di hotel Tugu Malang, Kamis (26/11/2020).

Hari menguraikan, peta kesenian di Provinsi Jawa Timur dibagi menjadi 3 wilayah, yakni pesisir Utara, kawasan Tengah dan pesisir Selatan. Dikatakan Hari, agenda tahunan kali ini digelar berbeda karena pandemi.

“Kami menghelat secara virtual di Surabaya, dengan pengambilan gambar event untuk kawasan Malang terdiri dari Kota Malang dan Batu, yang masuk dalam kota/kabupaten wilayah tengah yang tidak punya laut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, acara ini akan ditayangkan di channel YouTube bidang Kebudayaan Disbudpar Provinsi Jawa Timur pada tanggal 7-9 Desember 2020 mendatang. “Bentuknya hanya pagelaran pertunjukan dan pameran, sementara sebelumnya pada masa normal ada permainan adat dan sarasehan,” terangnya.

Foto: Kampung budaya Polowijen Kota Malang dalam pameran Budaya Agraris di hotel Tugu Malang, Kamis (26/11/2020). (ned)

Menurut Hari, kegiatan ini digelar pada bulan November, yang biasanya identik dengan musim hujan, sebagai musim yang baik untuk bercocok tanam. Pameran yang digelar di Hotel Tugu kali ini menampilkan kesenian topeng dan batik dari Kampung Budaya Polowijen dan Sanggar Titik Tenger beserta komunitasnya.

“Sementara untuk seni pertunjukan ada Sanggar Ngalam Bekso yang menyuguhkan tari Arak Manten Tebu, sebagai cerminan budaya pertanian yang pernah menjadi sektor dominan di Kota Malang,” ungkap Andayun Sri Afriana, mantan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P&K Kota┬áMalang yang masih dipercaya sebagai koordinator pameran.
Andayun mengatakan, masa pandemi membuat format acara harus diatur sedemikian rupa agar sesuai protokol kesehatan. “Sebenarnya kami punya angan-angan acara ini digelar secara outdoor di areal persawahan di kawasan Tlogowaru,” paparnya.

Namun ia menambahkan, agenda ini masih disambung dengan agenda seni budaya yang tak kalah menarik. “Setelah ini kami bergabung di Taman Krida Budaya Jatim untuk mengikuti Festival Panji Nusantara 2020, yang digelar pada 27-28 November ini,” tandasnya. (ned)