Gelar Lomba Essay dan Fotografi, Hipakad Malang Raya Ajak Pemuda Jemput Bonus Demografi

Foto: Kegiatan millenial talk. (ist)

BACAMALANG.COM – Memaksimalkan potensi generasi muda (milleneal) menyongsong bonus demografi DPC Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat Malang Raya (Hipakad) menggelar event Millenials Movement.

“Melalui kegiatan ini Kita dorong pemuda terus mengisi semua lini. Pemuda itu identik dengan harapan, masa depan dan bonus demografi,” kata Ketua DPC Hipakad Malang Raya, Afan Ari Kartika, Kamis (26/11/2020).

Seperti diketahui, DPC Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat Malang Raya melalui Millenials Movement mengajak pemuda jeli melihat peluang bonus demografi.

Indonesia di usia 75 tahun kemerdekaan ini memiliki jutaan generasi muda yang disiapkan menjadi generasi penerus bangsa.

Untuk menyiapkan itu semua, Hipakad Malang Raya menggelar lomba esai dan fotografi bagi pemuda. Lomba ini dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2020.

Afan Ari Kartika menjelaskan peran pemuda di era digital harus terus digaungkan.

Berbicara pemuda, kata Afan, tidak lepas dari istilah Millenial yang sarat akan kreativitas dan inovasi. Inovasi ini perlu digali dan dikembangkan.

Afan mengatakan, dalam beberapa diskursus dijelaskan bahkan generasi muda Indonesia harus siap menyambut bonus demografi.

Generasi emas Indonesia yang digadang-gadang pada 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, harusnya dibaca sebagai peluang pemuda masa kini.

Afan menyontohkan, jika pemuda saat ini usia 20-30 tahun, artinya 25-35 tahun kemudian pemuda tersebut akan menghadapi Indonesia emas 2045.

“Jika tidak disiapkan sejak sekarang, kapan lagi dan siapa lagi yang akan mengisi bonus demografi ini. Kita harus menjemputnya dengan karya dan inovasi,” ungkapnya.

Kegiatan ini sebagai stimulus bagi pemuda untuk bersama-sama bergerak menyiapkan Generasi Emas 2045 tersebut.

“Kita bisa menahan serangan ribuan bala tentara, namun Kita tidak bisa menahan ide yang datang. Ini momentum Kita selaku pemuda mengukir dan mencetak sejarah,” tegasnya.

Untuk ke depannya, Hipakad Malang Raya terus melakukan upaya di internal dengan menggandeng pihak luar. Misal pemerintahan, TNI-Polri, organisasi kepemudaan, aktivis mahasiswa dan masyarakat umum.

Animo Tinggi

Sementara itu, Ketua Panitia, Selvia Wisuda, menambahkan animo peserta mengikuti kegiatan ini cukup tinggi.

“Bisa dilihat dari peserta yang mendaftar. Saya yakin mereka berpartisipasi bukan karena melihat perebutan piala Dandim setempat, tapi karena spirit inovasi yang terbalut dalam nafas perjuangan mereka,” ujarnya.

Kepala Bagian Kepemudaan DPC Hipakad Malang Raya itu berharap, generasi muda dapat mengambil momentum ini sebagai ajang aktualisasi diri dan pembelajaran.

Dengan spirit pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan, ia optimistis kompetisi ini mengantarkan peserta ke level kompetisi yang lebih besar lagi nantinya.

“Kompetisi ini tidak hanya ajang unjuk bakat. Tapi ke depan bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah daerah melalui ide-ide cemerlang para pemuda Milenial,” bebernya.

Ia menuturkan, peserta esai tercatat ada 65 kontestan. Tiga besar diundang terbuka untuk presentasi karyanya di hadapan dewan juri.

Lomba esai menghasilkan tiga pemenang utama. Mereka adalah Erwin Adimas (juara 1), Jihan Mawadah (juara 2) dan Izzaini Nur (juara 3).

Sementara lomba foto diikuti 45 kontestan dengan hasil juara 1 diraih oleh Izza Putranto, Juara 2 Njie Panji Suganda, Juara 3 Rahmad Afrizal Sintiko.

Masing-masing pemenang mendapatkan piagam penghargaan dari Kodim 0833 Kota Malang dan Kodim 0818 Malang-Batu, uang pembinaan, tropi dan lainnya.

“Karyanya luar biasanya. Dewan juri mengapresiasi bahkan meminta waktu lebih. Mereka menilai sangat selektif,” imbuhnya.

Apresiasi Positif

Mewakili Dandim, Kasdim 0833 Kota Malang Mayor Arh Heru Sunyoto mengapresiasi gelaran positif yang digagas Hipakad Malang Raya.

“Hipakad selama ini sudah berperan serta membantu masyarakat terutama di tengah pandemi Covid-19. Mereka membina Pedagang Kaki Lima dengan membagikan sembako mingguan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Heru menerangkan, organisasi kepemudaan seperti Hipakad diminta terus mengembangkan citra positif organisasi dengan cara berdikari.

Kegiatan Millenials Movement dianggap sebagai terobosan yang bagus dalam rangka mengembangkan pemuda dari sektor karya nyata.

“Memang mulai awal pandemi Hipakad sudah eksis terutama di bidang sosial,” puji dia.

Pihaknya meminta Hipakad Malang Raya terus melakukan inovasi berkelanjutan terutama menggandeng para pemuda. Sebab kata dia, pemuda adalah agen perubahan. “Dari kegiatan ini harapannya generasi muda bisa mentrigger anak muda lainnya,” tutupnya. (*/had)