Lawan Hoax, Kader GM FKPPI Makota Bentuk Team Media

Foto: Sinergi kader GM FKPPI. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebagai wujud perlawanan kepada hoax, Generasi Muda Forum Komunikasi Putra- Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri bersinergi membentuk tim media.

“GM FKKPI dan Putra Putri TNI/Polri menindak lanjuti nasehat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto lewat webinar beberapa waktu yang lalu memberi pesan bahwa generasi muda dapat mencegah bahaya separatisme ,jika dapat mengidentifikasi informasi itu hoax atau bukan,” ungkap Rudi Nugroho, Spd Ketua GM FKPPI Kota Malang saat membuka diklat singkat Selasa (24/11/2020) di Gedung pertemuan Pepabri.

Seperti diketahui, sinergi Kader GM FKPPI dalam menjaga keutuhan wilayah dari aksi separatis di dunia maya terus bergerak. Untuk itulah, lanjut pria ramah itu perlu dibentuknya team media dalam jajaran GM FKPPI Makota ini.

Diklat Singkat

Dalam pertemuan ini pihaknya sekaligus menindak lanjuti dengan pendidikan singkat pada jajaran pengurus GM FKPPI di lima kecamatan, dari masing masing wilayah. Selain melakukan presentasi tentang media sosial juga cara membuat konten untuk menangkal informasi Hoax.

Setelah pembentukan team media mereka akan didril untuk jadi tim yang handal berikan informasi yang positif. Yaitu membangun, bukan mengadu domba atau mendorong perpecahan, intinya hindari informasi provokatif, yakni ada konfirmasi sebelum diteruskan atau diunggah ke medsos atau grup GMFKPPI.

Pemateri Gaul

Sementara itu tiga pemateri yang tampil presentasi menuju pembentukan team media. Seperti diungkap Kuncoro Puspito. Ia menyitir materi dari webinar Panglima TNI Hadi Tjayono bagaimana melawan informasi hoax . “Generasi muda jangan sampai mengshare informasi medsos tanpa konfirmasi. Dengan begitu sudah menghindari perpecahan. Semoga terbentuknya team media GM FKPPI ini bisa jadi jembatan memberikan informasi positif untuk melawan hoax, ” tandas arek Bethek itu yakin.

Pemateri kedua, Pantjawati pendiri KIM (Komunitas Informasi Malang) Kota Malang mencoba berbagi kiat menjadi jurnalis citizen lewat media sosial. “Bisa lewat IG, FB Twitter maupun grup Whatshap. Ayo siapa yang belum punya instagram dan FB. Ayo tak buatkan atau saya bimbing bisa buat sendiri,” tantang ibu tiga anak tersebut.

Untuk penutup materi ketiga diisi Dewi Kartika. “Kalau sudah pintar utak- atik dunia maya ya harus pilih informasi yang berguna, benar dan valid untuk bisa diteruskan dan bertanggungjawab. Ayo lawan informasi atau berita hoax, insha Allah barokah,” tutur Dewi Kartika. (*/had)