Melancong ke Coban Bersuara Mirip Bedug (Coban Jidor)

Foto: Pesona Coban Jidor. (ist)

BACAMALANG.COM – Selain kisah sejarah dan legenda, setiap destinasi wisata di Kabupaten Malang, juga menyimpan cerita unik mengiringi eksistensi di tengah jaman yang sedang dilanda pandemi ini.

Salah satu destinasi unik adalah Coban yang suara deburan jatuhnya air mirip suara bedug di masjid. Yah Coban Jidor namanya.

Air terjun ini berada di Dusun Bendolawang – Ngadirejo Kecamantan Jabung Kabupaten Malang.

Air terjun ini memang tak setinggi coban-coban lain di wilayah Malang Raya, namun proses menuju lokasi menjadi kisah menarik tersendiri.

Aliran air dan rute untuk mencapainya, mempunyai pemandangan sungguh menawan.

Coban Jidor terlihat terawat dengan baik, bersih dan indah. Hal ini tak lepas dari warga serta pemudanya yang guyub rukun menjaga warisan indah Sang Maha Kuasa ini.

Salah satu pelopor penggerak dan pemelihara obyek wisata alami ini adalah Yasrip.

Lelaki uzur ini gigih merawat dan memelihara kebersihan dan keasrian obyek wisata yang meneduhkan hati ini.

Tak ayal tempat ini menjadi ikon wisata yang dibanggakan warga setempat. Dengan senyum ramah Yasrip menerima semua pengunjung yang datang.

Lelaki sepuh ini dengan suka cita menyiapkan segala kebutuhan pengunjung destinasi wisata yang cantik dan asri ini.

Suara Mirip Bedug Masjid

Karena suara deburan jatuhnya air mirip suara bedug masjid, maka dinamakan Coban Jidor.

Sajian keindahan alam sudah dimulai saat memacu kendaraan di daerah sebelum gapura masuk Desa Ngadirejo, begitupun saat setelah melewati gapura tersebut.

Tracking atau akses jalan menuju Coban Jidor hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, atau dengan menggunakan kendaraan roda dua. Itupun harus benar hati-hati, karena di samping kanan berupa tepian jurang.

Kondisi jalurnya masih berupa lapisan tanah, sehingga saat hujan tiba dipastikan jalurnya akan licin. Dari Desa Ngadirejo, tracking pertama adalah menuju lokasi parkir.

Untuk menuju lokasi parkir hanya bisa dengan cara berjalan kaki, atau menggunakan sepeda motor. Area parkir tersebut sekaligus loket masuk menuju Coban Jidor.

Setelah sampai di lokasi parkiran, para pengunjung masih harus meneruskan perjalanan menuju Coban Jidor yang berjarak sekitar 300 meter.

Selama di perjalanan, pemandangan alam pegunungan, hijaunya pepohonan, dan rumput – rumput, berpadu dengan suara burung menjadi lantunan alam menemani perjalanan menuju Coban Jidor.

Kondisi alamnya masih natural, udaranya sejuk, dan sepanjang jalur sudah terdapat petunjuk arah menuju lokasi utama air terjun.

Keindahan Coban Jidor

Dilansir dari : exploremalang.com, diketahui dari lokasi parkiran, perjalanan masih menempuh jalur serta anak tangga yang masih berupa tanah. Di samping kiri terdapat tebing tinggi, serta di sebelah kanan merupakan tepian yang belum terdapat pagar pembatas keamanan.

Di sisi kanan, Kita bisa melihat hamparan pemandangan pegunungan, serta air sungai yang mengalir panjang dan berkelok-kelok.

Dari tempat tebing tersebut berada, suara air terjun sudah nyaring terdengar di telinga para pengunjung karena saking derasnya.

Petilasan Mbah Yai Tamrin

Ada satu hal yang menarik, selama menyusuri jalur menuju Coban Jidor, para pengunjung akan melewati sebuah tempat yang dikelilingi pagar bambu.

Tempat tersebut adalah Petilasan Mbah Yai Tamrin. Dua batu besar tampak berada di tengah-tengah pagar bambu tersebut.

Setelah dari lokasi tersebut, perjalanan mulai menurun namun tidak terlalu miring. Dan saat habis turunan, Kita akan sampai pada sebuah aliran sungai yang jernih.

Tracking Menuju Coban Jidor

Dilansir dari www.dakatour.com, setelah sampai di tepian sungai, para pengunjung diharuskan menyebrangi sungai tersebut. Untungnya sudah ada jembatan penyeberangan, meskipun terbuat dari bambu tapi kuat untuk dilewati.

Dikutip dari sumber: www.youtube.com,
tracking terakhir setelah menyebrangi jembatan tersebut, para pengunjung akan melewati lokasi yang layaknya sebuah taman.

Sisi kiri dan kanannya ditumbuhi tanaman yang indah, serta memiliki warna yang berbeda – beda. Setelah dari taman tersebut, turun sedikit, dan sampailah Anda di lokasi utama Coban Jidor.

Pesona Keindahan

Coban Jidor mulai diresmikan tanggal 11 November tahun 2015. Dan Coban Jidor memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan arus air yang turun cukup deras.

Pesona keindahannya terletak pada ketinggian, kondisi air yang jernih, serta pemandangan alam yang ada di sekitarnya yang masih alami.

Di samping Coban Jidor terdapat satu goa besar, dan dua goa kecil. Namun pada tahun 1967 terjadi luapan bandang lahar yang mengakibatkan bongkahan tebing jatuh dan menutup satu dari tiga goa tersebut bahkan sampai sekarang.

Ragam Aktivitas

Ragam aktivitas wisata yang bisa dilakukan oleh para pengunjung saat berada di Coban Jidor salah satunya adalah bermain air.

Namun disarankan jangan mendekati palung tepat air terjun jatuh, karena air yang turun cukup deras.

Dari sumber: www.lingkarmalang.com diketahui jika kondisi kolamnya tidak terlalu dalam, airnya dingin dan menyejukkan, serta di atas kolam terdapat akar-akar pohon yang semakin merasakan bahwa Kita sedang berada di alam yang masih asri.

Aktifitas lainnya bagi pengunjung adalah hunting foto. Dengan kondisi alamnya yang masih asri, air terjun yang elok, serta lokasi layaknya taman dekat air terjun, merupakan latar foto yang sangat layak untuk diperlihatkan kepada publik.

Misteri Di Coban Jidor

Menurut sesepuh serta penjaga Coban Jidor, disebutkan bahwa terdapat 2 penunggu Coban Jidor yang bernama Mbah Kokoh, dan Mbah Rodgone.

Jika ada pengunjung yang datang ke lokasi Coban Jidor berbuat kebablasan, berbuat “nakal”, maka penunggu tersebut akan berubah menjadi ular putih, dengan bentuk layaknya seperti naga. (*/had)