Kapolri Dilantik, Pengamat ISESS Soroti Penanganan Kejahatan Narkoba

Foto : Bambang Rukminto. (ist)

BACAMALANG.COM – Selain Terorisme, penanganan kejahatan narkoba di Indonesia, menjadi perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto.

“Sebenarnya selama ini masyarakat sudah tahu perilaku anggota kepolisian terkait kejahatan narkoba. Bagaimana seorang pemakai dinaikkan status djadikan bandar. Lalu seorang bandar dituntut sekedar rehabilirasi. Ini kan main-main di kepolisian di Satnarkoba. Masyarakat sebenarnya sudah tahu tapi gak tahu melapor kemana,” tegas Bambang Rukminto, Rabu (27/1/2021).

Sekilas informasi, hari ini Rabu (27/1/2021), Kapolri Baru Listyo Sigit Prabowo telah resmi dilantik Presiden Jokowi dan siap menjalankan tugas negara.

Seperti diketahui, dalam pertemuan dengan DPR, sebelum pengangkatan Kapolri baru, Machfud MD menyatakan jika ada suatu hal berupa konsep Kapolri Listyo yang jarang atau tidak diberitakan.

Yakni jika ada pejabat Polri terlibat jadi beking, atau bandar kejahatan narkoba akan dipecat dan dimejahijaukan. Padahal hal tersebut masyarakat sudah memahami (hal biasa) dan bukan terobosan. Namun uniknya DPR RI memberikan respon dan applaus seolah menjadi sebuah inovasi baru.

Bambang mengatakan, dirinya menggaris bawahi program ke-9 dari Kapolri baru. “Saya menggarisbawahi program ke-9 agar partisipasi internal pengawasan dan kontrol partisipasi melibatkan masyarakat, dikembangkan pak Listyo di masa depan. Ini seharusnya dikembangkan dan dibangun terus menerus,” imbuh pria lulusan Fisip Universitas Airlangga ini.

Bambang menyebutkan, konsep tersebut jangan sampai hanya menjadi angin surga dengan implementasi seperti dulu. “Jangan sampai itu hanya menjadi angin surga yang enak didengar namun implementasi tetap seperti dulu-dulu lagi,” tutup Bambang Rukminto. (had)