Polsek Singosari Cokok Sales Gelapkan Uang Perusahaan Rp 387 Juta

Foto : Polsek Singosari amankan pelaku. (ist)

BACAMALANG.COM – Meski sempat kabur beberapa lama, unit Reskrim Polsek Singosari akhirnya berhasil mencokok Mega Yosuantoro Lestari (32), warga asal Kecamatan Ngasem, Kota Kediri karena menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja sebesar Rp 387 juta.

Kapolsek Singosari AKP Farid Fathoni mengatakan, pihaknya berhasil membekuk pelaku di Bandung setelah kabur dari rumahnya di Kediri.

‘Ketika didatangi di kediamannya di Kediri, ternyata tidak ada. Infonya kabur ke daerah Bandung,” mendapat info tersebut, kami langsung  melakukan perburuan dan berhasil mengamankan pelaku,” tandas AKP Farid Fathoni.

Seperti diketahui, Mega Yosuantoro Lestari warga Kecamatan Ngasem, Kota Kediri terpaksa menginap di hotel prodeo.

Tersangka yang bekerja sebagai Sales, telah melakukan penggelapan uang PT. Indostar Building Material yang terletak di Singosari sebesar Rp 387 juta.

“Modus pelaku, yakni membuat order palsu ke perusahaan dengan memalsukan toko milik konsumen. Ketika barang dikeluarkan oleh perusahaan, ternyata malah dijual kepada orang lain. Kemudian, uang hasil penjualan tidak pernah disetorkan ke perusahaan. Sehingga perusahaannya mengalami kerugian sekitar Rp 387 juta,” ujar AKP Farid Fathoni.

Fathoni menjelaskan, penggelapan itu bisa terungkap lantaran perusahaan melakukan audit.

“Ketika itulah, diketahui ada selisih pengeluaran barang dan pendapatan sehingga mengalami kerugian. Tersangka ini berkerja menjadi sales saat itu. Begitu diketahui bahwa uang penjualan digelapkan tersangka, akhirnya pada 22 Februari 2020 lalu, perusahaan melaporkan tersangka ke Polsek Singosari,” jelas Fathoni.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono mengatakan, bahwa uang sebanyak Rp. 387 juta itu sudah habis dan digunakan untuk kepentingan pribadinya.

Dari penangkapan pelaku, Polisi dapat mengamankan, 50 lembar faktur penjualan yang ditandatangani oleh tersangka dan 27 lembar faktur fiktif.

Atas perbuatan pelaku, dikenakan Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan pemberatan atau Penggelapan dalam Jabatan. (Had)