Walikota Sutiaji Dorong Penguatan Pajak Saat Launching SPPT PBB

Foto : Launching SPPT. (yog)

BACAMALANG.COM – Guna melepaskan ketergantungan kepada pusat, Wali Kota Malang Sutiaji mengajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang menguatkan potensi pajak daerah saat launching SPPT.

‘Kekuatan pajak harus kita kuatkan di Kota Malang, supaya tidak selalu bergantung kepada pusat,” tegas Sutiaji saat launching Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh Bapenda Kota Malang di Gedung Kartini, Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang, Kamis (27/2/2020).

“Kekuatan pajak harus kita kuatkan di Kota Malang, supaya tidak selalu bergantung kepada pusat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiaji banyak mengungkapkan sambutannya dalam bahasa khas Malang, yakni Boso Walikan Malang.

Ia menyebut bahwa APBD Kota Malang masih bergantung kepada pajak, demikian juga dengan APBN. Sehingga pihan terkait dan masyarakat diminta kolaboratif untuk menguatkan bersama.

“Untuk mengejar target PAD ayo kita kuatkan dan petakan potensi supaya masyarakat Kota Malang sejahtera,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kota Malang itu mengajak semua pihak untuk melakukan pemberdayaan ekonomi. Itu kata dia harus diperkuat lagi.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Malang Ir Ade Herawanto optimistis tahun ini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai. Bapenda Kota Malang siap lahir batin menerima tugas tersebut.

“Meskipun berat tapi alhamdulilah insyaAllah berhasil. Saya berharap semua undangan yang hadir serta masyarakat Kota Malang bisa menjadi panutan sadar pajak,” terang pria yang akrab disapa Ade d’Kross ini.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara pemerintah Kota Malang dengan pihak perbankan, perhotelan, perpajakan, dan unsur perwakilan komunitas, untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

Gunakan Boso Walikan

Bapenda Kota Malang mengusung tema ‘Sobat Ambyar Sadar Pajar, Kartonyono Medot Janji Tapi Jik Tetep Rayab Pajak’. Semua undangan mengenakan pakaian tradisional dan menggunakan bahasa Walikan Malang, termasuk Wali Kota Malang Sutiaji.

Boso Walikan (Osob Kiwalan) menjadi media interaksi sepanjang acara berlangsung.

Mengusung tema Sobat Ambyar Sadar Pajak, Kartonyono Medot Janji Tapi Jik Tetep Rayab Pajak, acara ini digelar di Gedung Kartini, Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang.

Ade Herawanto menjelaskan penggunaan bahasa khas asli Malang ini adalah untuk melestarikan budaya yang dimiliki warga Bhumi Arema.

“Keunikan bahasa ini perlu kita kukuhkan sebagai bahasa khas lokal kita, yang tidak dimiliki daerah lain. Ayas Umak Ngalam Hebak,” katanya.

Bahasa Walikan Ngalam ini memang dikenal unik. Pasalnya, bahasa ini adalah dialek yang dituturkan dengan membalik posisi huruf pada kosakata bahasa Jawa atau bahasa Indonesia pada umumnya.

Launching Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Hadir pula perwakilan dari pihak perbankan, perhotelan, media, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Bapenda Kota Malang dan Wali Kota Malang kompak menggunakan Boso Walikan Malang. Atribut yang dikenakan juga pakaian tradisional.

Sesuai dengan tema acara, semua undangan yang hadir larut dalam suasana yang gayeng dan cair. Mereka ikut nyanyi bersama-sama yang dipandu langsung Sam Ade, sapaan akrab Ade Herawanto.

Di acara peluncuran SPPT PBB oleh Bapenda Kota Malang ini, Ade menegaskan pihaknya siap lahir batin menerima tugas, terutama upaya untuk mencapai target PAD di tahun 2020 ini. “Semoga semua yang hadir menjadi panutan sadar pajak,” pungkasnya. (Had)