Melebihi Batas Jam Operasional, Penanggung Jawab Toko hingga Resto di Kota Malang Diamankan Polisi

Foto : Operasi gabungan di Kota Malang. (yog)

BACAMALANG.COM – Tepat pada hari keempat menjalankan operasi tangkal Corona, Polresta Malang Kota (Makota) akhirnya mengamankan 25 orang yang nekat membuka usaha melebihi Pukul 20.00 WIB, Kamis (26/3/2020).

“Tiga hari kemarin, kami memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat. Hari ini, kami naikkan levelnya, langsung kami amankan,” tandas Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Seperti diketahui, aparat sudah tak mentolerir dengan pihak-pihak yang membuka usaha hingga malam hari.

Termasuk semua aktivitas kerumunan warga hingga akhirnya Polresta Malang Kota (Makota), menciduk 25 orang karena nekat buka usaha melebihi pukul 20.00 WIB. 

Operasi gabungan digelar bersama Kodim Kota Malang dan Pemkot Malang ke sejumlah tempat. Operasi itu merupakan salah satu upaya menghentikan rantai penyebaran virus Corona dengan meniadakan kerumunan massa.

Setidaknya 25 orang penanggung jawab usaha digelandang ke Mako Polresta Makota. Para pengusaha tersebut kedapatan masih melakukan transaksi penjualan di luar ketentuan. Tak hanya kafe, beberapa toko retail besar juga kedapatan masih melakukan pelanggaran.

Bahkan, ada yang menempel pengumuman toko buka hingga pukul 21.00 WIB. Serta, masih ditemukan beberapa pelanggan yang nongkrong dan menikmati sajian yang ada di kafe. Razia tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Bondowoso, Jalan Galunggung, Jalan Kawi hingga Jalan Basuki Rahmat.

Leo yang juga mantan Wakapolrestabes Surabaya itu menjelaskan, dalam operasi gabungan yang dilakukan secara serentak di lima kecamatan itu langsung melakukan penghentian perniagaan dan pembubaran massa.

Ketika melihat tempat usaha yang masih buka, mereka langsung berhenti dan mengamankan penanggung jawab perniagaan tersebut.

Nantinya, para penanggungjawab tersebut akan dimintai keterangan di kantor polisi. “Serta, kami meminta mereka untuk membuat surat pernyataan agar kejadian hari ini tidak terulang kembali,” tegas Leo.

Ia meminta para pelaku usaha untuk tidak menerima pengunjung yang makan di tempat. “Kami imbau untuk menerima take away saja,” lanjut dia.

Leo menambahkan, razia tersebut akan terus dilakukan. Sebab Kota Malang sudah termasuk zona merah penyebaran Covid-19.

“Kami berharap masyarakat sadar dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semoga Indonesia cepat bebas dari Corona,” pungkas Leo Simarmata. (yog/had)