Ini Harapan Manajemen JTP Group, Usai Dikukuhkan Sebagai Wisata Tangguh Semeru

Foto: Manager Marketing & Public Relation Jawa Timur Park (JTP) Group Titik. S Ariyanto, saat diwawancarai awak media usai dibukanya dan dikukuhkan Jawa Timur Park 2 sebagai "Wisata Tangguh Semeru". (Eko Sabdianto)

BACAMALANG.COM – Usai dibuka kembali Jawa Timur Park 2 dan dikukuhkan sebagai “Wisata Tangguh Semeru” oleh Walikota Batu Dra. Hj. Dewanti, Rumpoko, M.Si bersama Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, SIK., MIK, manajemen Jawa Timur Park Group (JTP) bakal terus berbenah dan melakukan promosi secara gencar untuk mendatangkan wisatawan.

Hal itu sengaja dilakukan, mengingat terhitung sudah tiga bulan lebih Jawa Timur Park tidak beroperasional, karena dampak akibat dari pandemi Covid-19.

Manager Marketing dan Public Relation Jawa Timur Park Titik S. Ariyanto mengatakan, bahwa dengan dibukanya kembali tempat wisata buatan tersebut, pihaknya mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Batu.

“Kami berterimakasih, karena ditunjuk oleh Pemkot Batu dan diresmikan langsung oleh Walikota dan Kapolres Batu, sebagai Wisata Tangguh Semeru. Pasti ada alasan kenapa mereka memilih Jatim Park 2 sebagai Wisata Tangguh Semeru,” kata Titik sapaan akrabnya, saat diwawancarai awak media, Sabtu (27/6/2020).

Menurutnya, tentunya hal ini menjadi pembelajaran yang tidak mudah bagi pihak manajemen Jawa Timur Park Group.

“Kami harus bekerja semaksimal mungkin, terutama di internal kami, karyawa maupun staff harus benar-benar bisa mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemetintah Kota Batu, dan ini menjadi acuan kami,” ujarnya.

Wanita yang sudah mengabdi selama 15 tahun lebih di Jawa Timur Park Group ini, juga menyampaikan himbauan kepada para wisatawan yang berkunjung, untuk selalu mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Kepada para pengunjung kami juga menyampaikan, bahwa mereka harus selalu tetap mengikuti semua peraturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh manajemen Jawa Timur Park Group,” tegas dia.

Saat disinggung terkait dengan pembelian tiket, Titik memaparkan jika bakal menyarankan kepada wisatawan untuk melakukan pembayaran melalui sistem online.

“Pembayaran tiket kita sarankan 90 persen harusnya online. Kebetulan hari ini sudah banyak yang online. Dari online itu, mereka ke loket untuk ditukar dengan gelang. Selain itu, mereka juga harus mengisi formulir terkait kesehatan mereka. Seperti dari mana asalnya, alamat email, serta nomer handphone bagi anggota keluarga yang mereka bawa, sampai dengan riwayat kesehatanpun sebelum mereka masuk ke lokasi,” bebernya.

Titiik juga mengaku, bahwa hari ini pengunjung ada yang datang dari Kota Malang, Sidoarjo, Pekalongan, dan Jogja hingga Semarang.

“Masyarakat kita memang sebenarnya merindukan suasana untuk liburan. Apalagi sekarang jadwalnya adalah liburan sekolah. Jadi tetap kita harus antisipatif baik tamu, pihak eksternal maupun karyawan kita sendiri. Selanjutnya, kami juga melakukan evaluasi terus setiap hari, kita akan lihat perkembangannya seperti apa,” urai dia.

Meski begitu, masih kata Titik, sampai dua minggu kemudian, pihaknya bakal terus selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan, kalau pemerintah mengijinkan dan sesuai kita menjalankan protokol kesehatan, kita akan buka kembali Jatim Park yang lain. Mungkin juga Museum Angkut yang sudah sangat siap untuk persiapan protokol kesehatan,” tukas dia.

Dirinya berharap, setelah dibuka, semoga wisatawan mulai bergerak karena laju perekonomian Kota Batu juga berasal dari pariwisata.

“Ya, semoga dengan dibukanya Jatim Park 2 ini, akan memberikan respon positif terhadap sosial ekonomi di Kota Wisata Batu dan Malang raya,” pungkasnya. (Eko/Red)