Pakar Psikologi Ini Ingatkan Peran Krusial Orang Tua di Tengah Pandemi

Foto: Dr Iswinarti. (ist)

BACAMALANG.COM – Peringatan Hari anak Nasional tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelimnya. Pasalnya peringatan Hari Anak tajun ini berlangsung ditengah pandemi Covid-19. Hal ini berdampak pada terbatasnya ruang bermain anak.

Menanggapi kejadian itu, pakar psikologi bermain Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Iswinarti, M.Si, mengungkapkan, bahwa ditengah pandemi ini orant tua tidak perlu menggelar ceremonial yang berlebihan. Namun lebih ditekankan pada kepedulian terhadap anak.

“Sebenarnya kita tidak perlu melakukan ceremonial berlebihan, ya. Justru ada keprihatinan dan kepedulian yang harus kita tunjukkan saat ini berkaitan dengan anak. Usia anak selalu identik dengan aktivitas bermain dan mengeksplorasi lingkungan sekitar mereka,” kata Iswinarti.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini tentu sangat membatasi ruang gerak anak untuk melakukan hal tersebut. Apalagi anak usia sekolah, pandemi yang tak kunjung berakhir menjadikan anak mulai merasa jenuh. Sebagian ada yang menolak mengerjakan tugas sekolah, bahkan ada yang jam tidur dan makannya mulai terganggu.

Disinggung soal aktivitas yang harus dilakukan orangtua, Iswinarti menyampaikan bahwa orangtua harus mengambil perannya. “Peran krusial orangtua dalam situasi ini adalah peka mengamati perubahan-perubahan tersebut dan menghadirkan ruang bermain bagi anak meski hanya di sekitar rumah,” kata Iswinarti, Senin (27/7).

Dia menegaskan, meski demikian bukan memberikan akses sebesar-besarnya kepada anak untuk bermain gadget. Hal itu bisa menurunkan daya kognisi dan kemampuan sosialisasi anak.

“Apalagi pembelajaran di sekolah sudah banyak menggunakan gadget,” ucapnya.

Dalam kondisi seperti ini anak-anak dinilai membutuhkan alternatif permainan. Iswinarti menilai permainan tradisional saat pandemi sangat mungkin dilakukan. “Seperti bekel, congklak lidi, dan engklek, itu permainan yang sangat menantang dan tidak membosankan”, imbuh Iswinarti.

Lebih lanjut Iswinarti menghimbau orang tua untuk bisa mendampingi dan bermain bersama anaknya di rumah. Sebab, permainan tradisional itu tidak hanya sekedar bermain, tetapi cara asyik membangun karakter anak dan menjadikan aktivitas bermain sebagai fasilitas belajar.

“Dari permainan itu anak bisa belajar berhitung, melatih kesabaran, ketelitian, dan mengambil keputusan, manfaatnya luar biasa,” pungkas Iswinarti. (Lis/Red)