Tamasya ke Sipelot, Pantai Semi Circular Persinggahan Kompeni

Foto: Perahu nelayan bersandar di pantai Sipelot. (had)

BACAMALANG.COM – Wisata Pantai Sipelot di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang memiliki cerita sejarah menarik untuk diketahui.

Berdasar riwayat sejarah tempat ini dulunya seringkali menjadi jujugan dan istirahat tentara Belanda dan para priyayi. Hal ini tak lepas dari asal nama Sipelot berasal dari bahasa Belanda yang artinya persinggahan.

Posisi dan letak pantai yang secara geografis strategis, menjadi pilihan bagi penjajah Belanda bersantai disini.

Hamparan pasirnya berbentuk melingkar sepanjang 2 kilometer sehingga sipelot tergolong sebagai
pantai semi-circular.

Di ujung timurnya bisa didapati muara kecil yang dinaungi oleh sebuah tebing tinggi dengan bongkahan bebatuan besar.

Salah satu hal menarik dari pantai ini adalah keberadaan air terjun rendah setinggi 10 meter.

Coban Sipelot adalah nama yang disematkan warga desa sama dengan nama pantai ini.

Ada karang berbentuk menyerupai dinding bambu yang diberi nama Watu Gedeg di sekitar pantai.

Pengunjung bisa menjelajahi pesisir pantai karena pantai ini memiliki garis pantai yang cukup panjang.

Wisatawan dapat menikmati sensasi rasa sunyi dari pantai yang mempunyai ombak tenang dan berair jernih ini.

Dengan merogoh kocek Rp 50.000 wisatawan bisa menyewa perahu dan mengeksplorasi mendatangi pantai Tengger dan Coban Sipelot.

Bila kurang puas, pelancong bisa menjajal menghampiri Watu Gedeg atau Watu Payung.

Pantai Sipelot terkategorikan strategis dari sisi perekonomian, karena menjadi sentra nelayan melakukan transaksi jual beli hasil tangkapan laut.

Tak hanya segar, namun hasil tangkapan laut berupa ikan, cumi, gurita dijual dengan harga terjangkau.

Tidak hanya itu, berwisata disini akan semakin mengesankan jika pengunjung menikmati hasil laut yang dimasak dengan cara dibakar di warung-warung terdekat.

Meskipun tidak bersifat paten, namun area disini terbagi menjadi 3 zona. Bagian tengah menjadi tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan, sementara di bagian sebelah kiri dan kanan lebih sepi dan terdapat air payau. (*/had)