Bantu Selama Isolasi Mandiri, Ini yang Dilakukan Warga Tanjungrejo Sukun

Foto: Pertemuan warga. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua RW Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang, Puri Adi mengatakan, selama warga menjalankan isolasi mandiri pihaknya turut membantu dengan menggalang solidaritas.

“Saya terpanggil untuk terus menggalang solidaritas melibatkan ketua RT dan PKK untuk warga yang rentan tertular virus Covid-19,” terang Didek, sapaan akrab Puri Adi, Minggu (28/6/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Tanjungrejo Sukun Kota Malang, sempat was-was dan cemas buntut dari adanya satu pasien nenek S (50) yang dinyatakan positif Covid-19 dan sekarang dirawat di RST Kota Malang.

Didek mengatakan hingga saat ini masih belum dilakukan rapid tes untuk warga. Yang dilakukan petugas masih berupa tes suhu tubuh

“Yang dilakukan masih berupa identifikasi warga yang melakukan kontak dengan pasien serta menjalankan tes suhu tubuh,” tutur Didek.

Ia mengatakan, dirinya berupaya bersabar namun tetap menjalankan pertemuan untuk menggalang solidaritas karena tes rapid dan swab masih baru dilaksanakan Selasa (30/6/2020) nanti.

“Terus terang kami sempat merasa khawatir virus akan menyebarluas. Namun kami mendapat info dari dr Husnul (Satgas Covid–19) petugas telah melakukan identifikasi (tracing) yang dilanjutkan tes rapid dan swab Selasa besok,” jelas Didek.

Ia mengungkapkan, sejumlah warga sekitar sempat merasa cemas dan takut tertular Covid–19 sebelum dipastikan dilakukan rapid tes.

Dikatakannya, kekhawatiran ini sangat wajar karena notabene kampung Tanjungrejo adalah kampung padat penduduk dengan kondisi dan posisi rumah saking berhimpitan.

Dikatakannya, pihaknya berencana melakukan patungan mencari dana selama belum ada anggaran dari pemerintah Kota Malang, untuk biaya hidup warga yang menjalankan karantina mandiri.

“Alhamdulillah kami telah melakukan beberapa kali pertemuan dan membuahkan hasil. Kami patungan mengumpulkan dana, selama bantuan dari Pemkot Malang belum ada (turun),” imbuh Didek.

Ia memaparkan, selama belum ada kontribusi bantuan gugus mereka juga harus disuplay kebutuhan pokok.

Hal ini karena secara ekonomi mereka kurang mampu. Salah satu alokasi donasi adalah nantinya akan dibelikan sembako.

“Saat ini bantuan sembako belum ada. Isolasi mandiri itu khan masih anjuran gugus tugas kemarin. Karena tidak dibarengi dengan suplay anggaran untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, maka mereka ya masih kerja saja untuk memenuhi kebutuhan sendiri,” ujar Didek.

Ditanya apakah warga bisa menjalankan isolasi mandiri dan jaminan benar-benar ketat, Didek menjawab jika sudah tidak ada lagi pikiran tentang kebutuhan ekonomi dia meyakini warga akan kooperatif.

Ditanya apa mereka bisa tertib dan disiplin isolasi mandiri, Didek menjawab, asal mereka selesai dengan kebutuhan dasarnya ia meyakini warga akan tertib menjalankan karantina mandiri tersebut.

Ditanya soal apa sudah ada hasil dari pertemuan dan koordinasi tersebut, Didek mengatakan, sebagian masih kordinasi dengan warganya sore nanti. Sementara yang dari Ibu PKK tinggal menunggu bendahara untuk pencairan hasil donasi.

“Alhamdulillah kami berterima kasih sama Ketua RT, ibu PKK dan tokoh masyarakat disini yang kompak membantu sesama. Semoga semua bisa tersolusikan dengan baik,” pungkas Didek. (Had/Red)