Strategi Simpel Agar Anak Tetap Sehat dan Belajar Selama Covid-19

Program Anjangsana yang dijalankan MTsN 6 Malang (dok. MTsN 6 Malang)

BACAMALANG.COM – Belajar di kala pandemi, tantangan besar dan juga peluang. Bukan hal yang mudah untuk menggeser pembelajaran tatap muka di kelas menjadi tatap muka secara virtual.

Pemerintah memberlakukan model belajar dari rumah baik secara daring maupun melalui siaran televisi. Namun realitanya, tidak semua siswa mampu mengikuti pembelajaran daring karena terkendala jaringan bahkan ada yang belum memiliki gawai.

Dalam hal ini untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pada siswa, MTsN 6 Malang melaksanakan program Anjangsana Edukasi Selama Pandemi Corona. Strategi ini fokus pada keberlangsungan anak tetap sehat dan fun belajar. Mendorong anak-anak agar tetap tenang, memberikan informasi memadai, berbicara yang menguatkan dengan solusi simpel yang yang membantu. Indikatornya cukup anak senyum bahagia.

Program Anjangsana Edukasi Selama Pandemi Corona merupakan layanan belajar siswa dengan cara mendatangi rumah siswa, tempat bermain, saat olah raga di lapangan atau mendampingi belajar saat anak-anak membantu orang tua di warung atau di sawah.

Program tersebut sudah dilakukan sejak sebelum pandemi hingga layanan belajar saat Covid-19 sekarang. Memasuki liburan semester genap layanan belajar tetap dilakukan walaupun seminggu hanya dua kali layanan belajar bersama anak-anak yang dirupi.

Capaiannya bukan menagih ‘nilai’ konsep atau kompetensi dasar, simpel targetnya ya itu siswa tetap merasa happy dan sehat melalui program Anjangsana. Siswa tetap dapat bermain dan membantu orang tua tanpa meninggalkan belajar.

Melalui Anjangsana diharapkan dapat menemukan sisi unik dari siswa yang tidak terduga. “Percikan atau tetesan kreatif anak pasti akan muncul tak terduga, bersyukur jika itu semburan kreatif yang muncul belajar dikala pandemik,” kata Kepala MTsN 6 Malang, Dr Sutirjo MPd, Minggu (28/6/2020).

Selain itu, melalui progam tersebut siswa diingatkan untuk tetap sehat dan happy. Rindunya siswa dengan madrasah tercermin dalam senyum mereka. Dan juga menanamkan pada diri siswa bahwa guru selalu hadir serta mendukung siswa, sehingga siswa merasa nyaman.

Siswa juga diingatkan untuk tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi Corona. Budaya hidup sehat melalui perilaku merawat diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Meningkatkan aktivitas positif, motivasi, apresiasi, diskusi ringan bersama keluarga, cukup istirahat dan konsumsi nutrisi sehat.

Diharapkan anak-anak tetap bergerak aktif dengan mengoptimalkan apa yang ada di rumah. Naik turun tangga, bermain lompat tali, dan peregangan walau hanya beberapa menit layak untuk dilakukan agar tubuh tetap bugar dan belajar antusias. Menjaga tubuh tetap bugar sangat penting selain kesehatan mental.

Tiga tindakan utama yang diingatkan pada anak-anak yang selalu ditanamkan dalam diri anak yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan tetap jaga jarak aman.

Layanan belajar di kala pandemi dengan mendatangi siswa di manapun berada ini mendapat respon positif dari siswa. Seperti yang diungkapkan Alvin dari kelas 8 B.

“Suka dengan belajar di lapangan bersama ibu Laeli, sudah lama tidak belajar tatap muka. Alhamdulillah, rindu terobati walaupun hanya sesaat,” katanya.

Orang tua siswa pun merespon baik adanya program tersebut. (mid/yog)