Sulit Jaringan Internet, Guru SD di Ampelgading Datangi Rumah Siswa

BACAMALANG.COM – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia berdampak pada dunia pendidikan, termasuk Sekolah Dasar Negeri 03 Mulyoasri Ampelgading Kabupaten Malang.

Hal ini mengakibatkan guru harus melakukan pembelajaran ke rumah wali murid dengan tujuan memberikan pelajaran serta membentuk karakter siswa dan membantu mengatasi siswa dalam belajar.

Namun proses ini mengalami kendala bahi siswa yang rumahnya sulit dalam mengakses internet serta metode pembelajaran daring.

Sunariyah Kepala Sekolah Dasar Negeri 03 Mulyoasri Ampelgading menjelaskan, pembelajaran bagi siswanya ditengah pandemi saat ini dengan menggunakan metode daring Melalui zoom. Pihaknya mengungkapkan salah upaya lainya guru mendatangi ke rumah wali murid dalam sepekan sebanuak dua kali.

“Ada yg lewat Whatsapp yang dikelompokkan sesuai rumah penduduk. Metode pembelajaran guru mendatangi ke rumah siswa mulai kelas 1-6 sesuai dengan kelompok dan sebaran rumah siswa”, ungkapnya, Selasa (28/7).

Kendala lain yang dihadapi siswa ialah tidak memiliki Smartphone atau android serta kondisi sinyal. Pihak sekolah harus mendatangi rumahnya dengan membentuk kelas sendiri dengan jumlah satu kelompok bervariasi antara 5-7 siswa sesuai domisili rumah siswa yang saling berdekatan.

“Harapanya kegiatan belajar dirumah ini berkelanjutan sehingga peserta didik SDN 3 Mulyoasri Ampelgading tetap belajar dengan giat dan ilmu yg diterimanya langsung dari gurunya”, imbuhnya.

Dikatakan, apabila orang tua yang memberi tugas biasanya anak tidak mau atau malas, tapi apabila guru sekolah yang memberi tugas murid langsung patuh dan merasa senang .

“Guru tetap bersemangat mendidik dengan tatap muka kepada muridnya berimbas positif karena berkaitan pembentukan karakter siswa,” tegasnya .

Tak hanya itu, wali murid juga merasa keberatan dengan metode daring karena sangat memberatkan dalam persoalan pembelian paket data internet .

Sebagian ada yang tidak memiliki HP Android dan ada juga yang tidak bisa mengoperasikan Handphone, sehingga wali murid menghendaki guru hadir kerumahnya. Bahkan ada wali murid yang rela menjemput guru setiap berkunjung ke kelompok kegiatan belajar mengajar karena orang tua khawatir anaknya tidak bisa belajar dengan baik.

Lebih lanjut Sunariyah berharap pembelajaran ini bisa mewujudkan pendidikan karakter yang disesuaikan dengan visii dan misi Kabupaten Malang dalam membentuk karakter anak bangsa .

“Semoga pembelajaran ini bisa mengisi kerinduan siswanya ketemu sama gurunya terobati,” pungkas Sumariyah. (Lis/red)