Malang Jejeg Anggap Hampir Semua Panelis Debat Pilbup Tidak Kompeten

Foto: Ketua Tim Malang Jejeg, Soetopo Dewangga. (ist)

BACAMALANG.COM – Ketua Tim Malang Jejeg, Soetopo Dewangga mengajukan keberatan kepada KPU Kabupaten Malang, karena menilai tim panelis debat Pilbup Malang tidak kompeten.

“Delapan (8) dari 10 panelis yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Malang, tidak sesuai bidangnya dalam memberikan pertanyaan kepada ketiga paslon yang bakal adu gagasan dalam debat perdana,” tandas Soetopo Dewangga, Rabu (28/10/2020).

Adanya 8 panelis yang tidak kompeten, Soetopo mengatakan dipastikan tidak mampu menyajikan pertanyaan yang berkualitas (berbobot) saat debat.

“Dari penilaian Kami, 6 itu backgroundnya dari sisi agama dan 2 mantan pansel KPU. Menurut Kami dengan adanya komposisi panelis seperti itu tidak akan menyajikan pertanyaan yang berkualitas saat debat,” tegasnya.

Seperti diketahui, Paslon Heri Cahyono – Gunadi Handoko (Malang Jejeg) menganggap panelis debat publik Pilkada Kabupaten Malang 2020 tidak kompeten.

Hal ini karena, diantara panelis yang diundang KPU Kabupaten Malang sebagai penyelenggara debat tersebut tidak sesuai dengan tema debat sehingga kurang menguasai materi debat.

Kompetensi Panelis

Soetopo Dewangga mencontohkan pada debat pertama tema ‘Kesejahteraan Rakyat’, diantara panelis tidak ada yang memiliki background terkait.

“Minimal mereka sudah pernah melakukan penelitian, menulis buku pada bidang perekonomian,” terang Soetopo Dewangga.

Malang Jejeg menganggap debat itu kurang berbobot sehingga terkesan hanya untuk menggugurkan kewajiban atas tahapan Pilkada Kabupaten Malang. Alangkah baiknya apabila KPU bersurat pada rektor perguruan tinggi di Malang untuk merekomendasi panelis yang sesuai dengan tema debat.

“Memang untuk memilih dan menetapkan siapa panelisnya adalah kewenangan penuh KPU,” kata Soetopo.

Untuk itu, pihaknya mengajukan nota keberatan mengenai kapasitas panelis tersebut.

Debat paslon ini akan digelar 3 kali dengan tema berbeda. Pertama, ‘Kesejahteraan Rakyat’, kemudian ‘Pembangunan’ dan ‘Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

Soetopo mengungkapkan, dari topik ini panelis debat pertama harus menguasai bidang ekonomi, sosial, pendidikan, agama dan kesehatan.

Debat kedua, harusnya menghadirkan panelis bidang perencanaan kebijakan publik, pemberdayaan masyarakat, budaya dan lingkungan hidup.

Serta debat ketiga, panelis harus menguasai manajemen pemerintahan, hukum, korupsi, partisipasi masyarakat dan good governance.

Sudah Lewat Seleksi

Sementara itu, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika mengatakan, penentuan panelis telah dilakukan seleksi dan sesuai tahapan serta aturan yang dilakukan oleh tim perumus dan panelis memiliki kompetensi.

“Kami berani memastikan kalau mereka memiliki kompetensi dan integritas, bahkan mereka juga sudah tandatangani pakta integritas,” ujar Mahardika.

Dikatakan, seharusnya Malang Jejeg jangan mengotak-kotakkan keilmuan meski mereka bukan pada bidangnya jika panelis itu tertarik dengan konteksnya pasti akan memberikan pertanyaan yang baik dan berkelas.

KPU, menurutnya, akan secepatnya menjawab nota keberatan Malang Jejeg sebagai jawaban atas keraguan mutu debat yang digelar pada tanggal 30 Oktober 2020 nanti. “Saya yakin 10 panelis itu berkompenten semua,” pungkas Mahardika. (*/had)