Hasil Survei TerUKUR, SANDI Ada Diatas Angin

Paslon SANDI bersama tim kampanye menunjukkan nomor urut hasil undian (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Lembaga survei TerUKUR membuktikan kekuatan serta elektabilitas pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI masih unggul ketimbang dua pasangan lainnya.

Hal ini dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan TerUKUR pada periode waktu 6 sampai 11 November. Survei dilakukan secara tatap muka langsung dengan responden sebanyak 800 orang yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.

Elektabilitas SANDI dari hasil survei TerUKUR mencapai 54,4 persen. Sedangkan pasangan calon nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono mendapatkan 30,3 persen. Terakhir ada pasangan nomor urut 3 dari jalur perseorangan, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko yang memperoleh 7,6 persen.

“Melihat hasil ini maka, pasangan Sanusi – Didik Gatot Subroto yang berpotensi menang,” kata Direktur Lembaga Survei TerUKUR, Hasan Ubaidillah, Sabtu (28/11/2020).

Pria yang juga dosen Universitas Brawijaya Malang menambahkan, survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error kurang lebih 3,4 persen dengan derajat kepercayaan mencapai 95 persen.

Hasil survei yang dilakukan TerUKUR terkait elektabilitas pasangan calon (ist)

Lebih jauh, TerUKUR juga melakukan survei terhadap suara Nahdlatul Ulama atau NU. Diketahui, suara warga Nahdliyin terpecah menjadi tiga. Dan dominan mengarah ke SANDI.

SANDI mendapatkan 52,2 persen, kemudian Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono 34,4 persen, Heri Cahyono dan Gunadi Handoko 7,0 persen. Sementara 6,0 persen memilih tidak menjawab.

Dari hasil survei yang dilakukan TerUKUR, Sekretaris Tim Kampanye SANDI, Darmadi bilang, elektabilitas tinggi yang diraih Sanusi dan Didik Gatot Subroto merupakan hasil kerja keras seluruh komponen. Baik koalisi partai, tim kampanye, relawan, simpatisan, organisasi pendukung, tokoh agama dan masyarakat, serta masyarakat itu sendiri.

“Selanjutnya menjadi tugas kita bersama untuk mengawal dan mengamankan selisih keunggulan ini sampai dengan tanggal 9 Desember 2020 dan penghitungan suara tingkat kabupaten,” tukas Darmadi. (mid/yog)